“Udah ya Ava mau sekolah dulu, assalamualaikum mah.”pamit Ava.
“Waalaikumsalam.”
Ikshan dan Ava pun berjalan keluar rumah dan disinilah mereka sekarang di mobil ikshan.
“Kakak kok nggak bilang mau jemput aku?”tanya Ava.
“Kejutan.”jawab Ikshan.
Ava memutar bola matanya malas ia lupa bahwa pacarnya ini adalah es batu. Lalu Ava berkata seperti mengejek. “Wahh aku terkejut.”ujar Ava pelan, Ikshan tersenyum dalam diam melihat kekasihnya tapi tetap ia cueki.
Dan setelah itu tidak ada lagi yang membuka suara. Hening dan sepi yang mendominan.
Ava kira sikap dingin Ikshan akan berkurang tapi nyatanya Ikshan tetaplah Ikshan es batu jelmaan kulkas rumah Ava maka dari itu Ava harus banyak-banyak bersabar jika ngomong sama Ikshan di diamkan.
Untung hanya ucapan yang tak dibalas bukan perasaan.
Tak lama kemudian mereka sampai di sekolah, Ikshan memasuki mobilnya dan memarkirkan di parkiran sekolah dari awal mobil itu mulai memasuki halaman sekolah dan parkir Ikshan sudah menjadi sorotan.
Ikshan dan Ava keluar bersama dari mobil seluruh mata memandang mereka tak percaya, Ava gadis itu sedang bersama the most wanted sekaligus ice prince-nya sekolah suskses membuat siswa/i heboh pagi-pagi.
Ava menunduk takut Ava merasa tidak nyaman saat di pandang sinis dan tak suka, Ikshan mengerti apa yang Ava rasakan sekarang. Gadisnya merasa tidak nyaman.
“Hey.”panggil Ikshan
“Jangan takut ada aku.”ucap Ikshan lembut. Ava mendongok menatap Ikshan tatapan Ikshan menatapnya lembut sedikit membuat Ava merasa tenang.
“I-iya.”gugup Ava.