Ava melangkahkan kakinya menuruni tangga seperti biasa rutinitas gadis itu jika berada di tangga melewati dua tangga terakhir dengan cara ia lompati itu kebiasaan buruk Ava dari kecil tapi menyenangkan baginya.
Baru saja Ava ingin melompati tangganya suara teriakan Anna dari atas mendominan.
“Jangan lompat Ava. Nanti jatuh,”peringat Anna.
Ikshan mengalihkan pandangannya kearah tangga sedangkan Ava gadis itu tidak peduli ia tetap melompat.
Baca Juga: Cara Jitu Dekranasda Jateng Mengembangkan Sayap Pemasaran di Kalimantan selatan
Gubrakk...
Sial. Ava terjatuh.
“Sakit huhu.”ringis Ava.
Ikshan yang kaget mendengar suara itupun langsung memusatkan perhatian dengan pandangan datarnya. Ikshan ingin tertawa karena kelakuan ceroboh pacarnya tapi kasian beda lagi dengan Anna, mama ava yang sudah tertawa keras melihat anaknya jatuh.
“Makanya kalo mama bilang jangan ya jangan. Kualat kamu.”ucap Anna menertawakan anaknya sendiri, ibu macam apa Anna ini.
Ava cemberut kesal Ava masih belum menyadari kehadiran Ikshan disini. Ia lupa akibat terlalu senang Ikshan berjalan mendekat ke arahnya yang kini masih tergeletak di lantai sambil medumel sebal.
Seperti kilat kini Ikshan sudah berhasil membawa Ava dalam gendongannya.
Ava menjerit kaget. “Mama Ava terbang Ava diculik!!”teriak Ava.
Ava langsung terdiam saat ia sadar siapa orang yang menggendongnya dia Ikshan. Anna yang melihat tingkah laku dua sejoli itu tersenyum kecil mereka terlihat begitu cocok.
Ava menghindari tatapan Ikshan ia malu, malu karena terjatuh tadi di tangga Ava mengumpat di dalam hati karena kebodohannya pagi ini Ikshan meletakkan Ava di sofa.