Saat sampai di UKS Ikshan langsung meletakan Ava di ranjang UKS Ava menunduk berusaha meredakan tangisannya. Ikshan mengelus lembut pipi kiri Ava yang sehabis di tampar. “Ganti baju ya.”ucap Ikshan.
“Pakai punya siapa?”
“Pakai punya aku.”
Ikshan membuka baju seragamnnya dan tersisalah kaos dalaman bewarna abu-abu.
“Nanti kakak pakai apa?”
“Pakai.”ujar Ikshan maksa.
Ava tidak bisa menolak lagi. “Makasih kak.”
Ava pergi berjalan kearah toilet UKS untuk mengganti baju tentu saja baju itu terlihat kebesaran di tubuh ideal Ava yang ramping. Ava kembali ke ranjangnya tapi ia tidak melihat Ikshan.
Kemana Ikshan pergi?
Namun tak lama pintu UKS terbuka Ikshan datang membawa segelas teh hangat manis.
Ikshan berjalan menghampiri Ava. “Minum.”titah Ikshan.
Ava menerima pemberian Ikshan dan meminum teh hangat itu.
Ava memegang gelas teh nya menghangatkan tangan jemarinya. Ava menunduk tidak berani menatap Ikshan yang Ava yakin laki-laki itu sedang menatapnya lekat.
Namun Ava merasa sebuah tangan mengelus lembut pipi kirinya bekas tamparan jessica.
“Pipinya sampai memerah.”ujar Ikshan lalu merapikan rambut Ava.