“Jesi!”bentak Ikshan murka.
“I-ikshan.”gugp Jessica takut.
“Lo nampar cewe gue sekali lagi gue nggak segan-segan buat lo keluar dari sekolah!”ancam Ikshan.
“San lo salah paham.”bela Jessica manja.
“Keluar! Gue nggak mau liat lo!”bentak Ikshan menatap Jessica marah. Mereka terdiam sebentar jessica tersentak lalu ia mendengus marah dan pergi meninggalkan ikshan dan ava bersama teman-temannya.
Ava menutup tubuhnya dengan kedua tangannya ia mendongok menatap Ikshan lemah dan langsung memeluk lelaki itu mencari perlindungan tangis Ava tumpah disana.
“S-sakit.”lirih Ava.
“Hiks..hiks..”Ava menangis sejadi-jadinya.
Bella dan Nadia memandang Ava iba, kakak kelasnya itu memang benar-benar jahanam.
“Jangan nangis.”pinta Ikshan membalas pelukan Ava.
Ava semakin menangis dipelukan Ikshan meraung seperti anak kecil, ia tidak pernah di perlakukan buruk seperti ini.
“Sayang.”panggil Ikshan lembut Ava menggeleng lemah.
“Ava takut.”jawab Ava.
Ikshan langsung mengendong Ava jika ia biarkan Ava lama dalam keadaan seperti ini maka gadisnya akan sakit nantinya, Ikshan membawa Ava ke UKS sekolah banyak yang memandang Ikshan dan Ava dengan penampilan Ava yang kacau.
“Kita ambil tas ava.”ujar Bella. Nadia menggangguk mengerti, “Oke.”jawab Nadia.