“Pasti lo kan yang rayu Ikshan biar mau sama lo. Lo kasih apa sih tubuh lo? Murahan.”
“Kalo gue nggak bisa miliki Ikshan cewek lain pun juga sama termasuk lo. Lo inget itu baik-baik.”tekan Jessica
“S-salah aku apa kak.”tanya Ava hampir menangis.
Plakk..
Jessica menampar pipi Ava keras sampe pipi kiri Ava memerah karena itu. Ava meringis kesakitan di barangi air matanya jatuh.
“HEH BITCH! GATAU DIRI YA LO MASIH NANYA SALAH LO APA?!”sentak
jessica.
“LO UDAH NGEREBUT IKSHAN DARI GUE BEGO.”ujar Jessica sambil menonyor jidat Ava.
“Putusin Ikshan atau lo habis sama gue!”ancam Jessica.
“Ngerti nggak!”sentak Jessica.
Ava menggeleng tak mau, ia tidak mau memutuskan Ikshan.
“Songong banget ya baru jadi adik kelas aja belagu.”ucap salah satu antek-antek Jessica.
“Kalo dikasih tau itu nurut!”
Jessica yang sudah di kuasai rasa cemburu pun langsung mendorong Ava memasuki satu bilik toilet di sana tanpa aba-aba Jessica mengambil sebuah baskom air dan ia siramkan ke Ava membuat gadis itu basah kuyup.
“Jangan pernah main-main sama gue. Ngerti lo!”ujar Jessica penuh peringatan.