“WW? Anjir gue juga maen itu yang ada di game hugo kan. Mabar lah!”ujar Nadia. Bella mendengus sebal karena Nadia tak nyambung sedangkan Ava hanya tertawa menikmati makanannya dan pertengkaran kecil kedua teman barunya.
“Iya deh yang waras mah ngalah.”ucap Bella.
“Lo sakit perut?”tanya Nadia lemot.
“Jaka sembung bawa golok. Nggak nyambung goblok,”kesal Bella cemberut.
Ava tidak bisa menahan tawanya. Ava tertawa lepas melihat interaksi kedua teman itu.
“Kalian lucu, ribut terus.”ujar Ava sambil meredakan tawanya.
“Jangan ditanya Va gue emang lucu cantik sejak lahir.”pede Nadia.
“Pede gila lo.”cibir Bella.
Dan tanpa ava sadari kegiatannya sedari tadi tak lepas dari pandangan Ikshan. Ikshan memandang Ava tanpa ia merasa bosan bagaikan Ava adalah sesuatu yang benar-benar memikat hati dan mata untuk selalu dilihat.
Jantung Ikshan berdegup kencang saat melihat Ava tertawa bahagia ntah mengapa Ikshan merasakan hal yang sama yaitu senang. Ikshan tidak pernah merasakan perasaan seperti ini ada apa dengan dirinya?
Mengapa sekarang Ikshan menemukan sebuah warna dalam hidupnya yang membantu lelaki itu keluar dari masa kelam yang terus mengitarinya. Ava anatha jaya gadis itu berhasil membuat ikshan terpana.***
NEXT PART TUJUH: MCBB