Ya, selama Ikshan berbicara di atas panggung, Ava dan Bella malah asik bercerita tanpa tau diri mereka sedang dimana dan dalam keadaan sunyi sedari tadi.
Dan kini semua orang memandang Ava dengan tatapan tidak suka dan sinis. Termasuk OSIS memandang adek kelasnya yang tidak sopan memotong ucapan Ikshan. Ikshan memandang Ava sangat tajam. Namun gadis itu masih tidak menyadari kesalahannya.
“Wah gue nggak setuju bel. Lo harus cari kucing itu lagi.”ucapan Ava di potong Bella. Bella menyenggol bahu Ava untuk menyadarkan temannya sekarang sebelum mereka semakin di hujam dengan tatapan sinis dan tajam mematikan.
Tapi itu semua sudah terlambat.
“Dan untuk peserta nomor 101. Saya tegaskan untuk tidak mengobrol di saat saya berbicara.”ucap Ikshan dengan nada dingin. Ava yang sadar pun langsung menunduk dan meringis. Rasanya ava kini ingin menangis saja. Malu,sangat malu.
“Peserta mos nomor 101 Ava Anatha Jaya. Salah satu contoh perilaku buruk untuk hari ini,saya paling tidak suka jika sedang berbicara dipotong apalagi tidak di dengar.”ucap Ikshan yang benar-benar membuat Ava ingin tenggelam sedalam-dalamnya di dasar lautan.
Lalu Ikshan meyerahkan kembali kegiatan kepada OSIS lainnya. Pertama kali untuk hidup Ikshan adalah. Ada orang yang dengan beraninya memotong ucapannya saat sedang berbicara. Jika biasanya ia yang memotong atau membantah kini, malah sebaliknya. “Ehem..”deheman salah satu Anggota osis lelaki yang kini sudah menggantikan posisi ikshan mengalihkan keadaan yang ada.
Lalu dengan baiknya dan ramah OSIS itu melanjutkan sebuah informasi untuk mereka.
“Dan maka dari itu nanti malam kalian harus bersiap-siap untuk kegiatan kemah yang akan di adakan besok pagi. Jam enam lewat lima belas kalian sudah harus berada di sekolah dengan tepat! Jangan ada yang terlambat. Kalian mengerti?!”
“Siap kak! ngerti.”
***
Ava mengeluh. Ntah sudah keberapa kalinya ia menghembuskan nafasnya berat seolah sedang membopong masalah yang begitu besar. Ya sangat besar.
“Apa-apaan dari tadi gue keliling baru dapat tiga tanda tangan kakak OSIS. Mana permintaan mereka aneh-aneh lagi.”dumel Ava.
“Ayo dong va semangat. Sama kok gue juga nyari tanda tangan OSIS udah kayak nyari jodoh, ribet.”ucap Bella.