merapihkan rok nya. Lalu ia mendongok melihat siapa orang itu dan saat itu juga Ava melototkan matanya sempurna karena kaget dan ucapannya juga ikut terhenti.
Dia lelaki dingin SMA Angkasa. Ikshan Fernando, yang saat ini menatap Ava datar tanpa ekspresi apapun. Seketika jari tunjuk Ava yang tadi sempat ikut terangkat untuk mengomeli orang yang menabraknya menunjuk ke sembarangan arah.
Nyali Ava menciut saat tau ia sedang berhadapan dengan siapa.
Ava menunduk tak berani menatap mata tajam kakak kelasnya itu. Tanpa kata tanpa pamit Ikshan pergi meninggalkan perempuan di hadapannya. Ava memandang punggung itu dari belakang penuh gerutuan dalam hati. Ternyata benar esbatu tetap lah esbatu.
“Dasar es batu berjalan.”umpat Ava geram.
Baca Juga: Ini Anggunnya Momen Ibu Kepala Negara minum Teh Bersama
***
Ikshan baru saja sampai di parkiran sekolah sehabis memarkir mobil mewahnya.
Ikshan berjalan santai di koridor sekolah dengan wajah datar dingin tanpa ekspresi tapi tidak membuat orang bosan untuk melihat ketampanannya. Yang sangat amat tampan. Apa lagi perempuan pasti dalam hati mereka akan bilang ini rezeki anak soleh di pagi hari.
Saat sedang enak-enaknya berjalan dengan tatapan mata orang-orang memandangnya sekarang, pagi ikshan langsung suram saat sebuah tangan merangkulnya.
“Pagi sayangnya akhu..”sapa seseorang cowok yang kini sedang merangkul Ikshan. Di ketahui namanya adalah Gilang gila, eh bukan. Gilang yusuf.
Ikshan langsung memberikan tatapan tak suka dan mematikan kepada gilang yang kini sedang menyengir tanpa dosa dan semakin gencar menggoda ikshan.
“Kangen banget aku tuh sama kamu, kamu sibuk terus aku kekasih gelapmu terlupakan san,”ucap Gilang tanpa malu. Padahal mereka kini sudah jadi perhatian siswa-siswi SMA Angkasa. Siapa yang tidak mengenal tiga lelaki ini.
Ikshan,Farell,dan Gilang yang namanya begitu melagenda di sekolah ini. Bukan hanya tentang kebersamaan mereka saja. Bukan hanya ketampanan ketiganya saja tapi banyak mulai dari rusuhnya,bandelnya dan yang lebih penting, sebuah kejadian masa lalu yang begitu berarti namun di lenyapkan.
“Lepas.”Ikshan memberontak tidak mau di rangkul gilang. Sedangkan farell memandang kedua sahabatnya sambil tertawa pelan melihat kegilaan gilang yang tidak ada habisnya.