Laki laki itu berjalan dengan santai tangan yang masukan ke saku celana dan tas yang di sampirkan ke bahu kiri,tatapan dingin dan datarnya menjadi daya tarik sendiri laki laki itu seperti manusia sempurna disini,tapi. Dingin.
“Itu kak Ikshan!”
“Sejaterah gue disini!”
“Pagi-pagi udah di buat mupeng aja ya Allah!”
“Itu manusia atau dewa tampan?”
“Ganteng banget!”
Baca Juga: Ini Anggunnya Momen Ibu Kepala Negara minum Teh Bersama
Iya, ia Ikshan Fernando yang mampu membuat tatapan para siswi hanya tertuju kepadanya. Ikshan sudah terbiasa dengan pekikan yang kadang membuatnya muak.
Ikshan mengumpat dalam hati saat ia menyadari ponselnya tertinggal di dalam mobil,punggung kokoh itu berbalik. Wajah dingin dan tatapan tajam mengintimidasi mampu membuat mereka kembali berteriak histeris. Ikshan menatap ke belakang, pandangannya tibatiba tertuju kepada seorang gadis yang menatapnya polos dan kaget.
Jantung Ava berdetak tak karuan, matanya melebar sempurna saat mata hijau terang itu menatapnya tajam. Hanya dua detik, tetapi mampu membuat ava merasakan hal aneh. Wajah dingin dan datar itu sama sekali tidak mengurangi ketampanannya, tanpa sadar Ava mulai tertarik.
Baca Juga: Brunei Darussalam Lawan Pertama Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Penilaian pertama yang ada di benak Ava saat bertatapan dengan ikshan adalah Batu es. Ikshan bagaikan pahatan tampan yang hidup tanpa sadar mampu membuat ava penasaran untuk mendekatinya.
Ava tidak mengerti, tetapi ikshan cowok yang berbeda.
Ada apa dengan dirinya saat ini? Ava tidak pernah merasakan hal seperti ini. Hanya dua detik mata itu bertemu, jantungnya sudah dapat berdegup kencang. Ava langsung sadar dari alam bawah sadarnya saat Bella menarik tangannya untuk berlari.
“Peserta MOS di perintahkan untuk ke lapangan sekarang. Ayo udah dihitungin!” “Nanti di hukum kalau telat baris.”lanjut Bella.