Ia berharap seni ukir Kamoro harus terus dilestarikan agar jangan sampai hilang. Saat ini, kerajinan ukir Papua tersisa dari tiga suku yaitu suku Asmat, suku Kamoro dan suku Sempan.
Baca Juga: Ini Panduan Terbaru Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan dari Kemenag
Salah satu langkah pelestarian seni budaya ini, selain melakukan pembinaan, adalah menggulirkan ajang pameran budaya.
Yayasan Maramowe juga telah mengikuti pameran di beberapa tempat seperti di Jakarta, Bali, Surabaya dan wilayah lainnya.
Selain pameran, karya seni suku Kamoro sudah tersedia di beberapa galeri di Jakarta, Bandung, Jawa dan Bali. Pameran bertujuan agar masyarakat luas dapat mengenal lebih dekat dengan seni dan budaya suku Kamoro dan dapat menikmati budaya tersebut.
"Sempat kita ke luar itu, ke Swiss. Itu permintaan dari duta besar (dubes) sana untuk event dan pameran," terang dia.
Yayasan Maramowe membantu melakukan pembinaan terhadap para pengukir agar mereka senantiasa dapat meningkatkan kualitas ukirannya. Menciptakan akses pasar agar kerajinan ukiran ini dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat suku Kamoro.***