Awalnya rencana menghidupkan Stasiun Pulau Airi pada 2008, namun batal akibat gempa bumi di Sumbar pada 2009 yang meluluhlantakkan Kota Padang. Butuh dana Rp 40 Miliar untuk menghidupkan lagi stasiun ini berikut jaringan rel menuju Stasiun Padang yang merupakan stasiun utama Minangkabau Ekspress.
Baca Juga: Presiden Meresmikan Pabrik Baja di Cilegon, Jokowi : Industri Baja Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi
Bukanlah perkara mudah. Pasalnya, sejak berhenti operasi 44 tahun silam, praktis lahan dikuasai warga karena dianggap tanah tak bertuan. Setidaknya terdapat 238 bangunan berdiri di atas lintasan kereta mati, antara Stasiun Pulau Air dan Stasiun Padang.
Menurut Kepala Humas PT KAI Divisi Regional II Sumbar Ujang Rusen Permana, Stasiun Pulau Air tak hanya mendukung pelayanan transportasi kereta bandara. Stasiun itu juga menjadi akses tercepat menuju kawasan Kota Lama dan Kampung Cina, obyek wisata heritage Kota Padang. Selain itu, Stasiun Pulau Air juga tak jauh dari Pantai Padang dan Pelabuhan Muaro, hanya berjarak sekitar 1 kilometer.*** (ewa/ www.indonesia.go.id)
|
|
Menampilkan Adu Kambing Pali 2.png.