pariwisata

Menengok Stasiun Pulau Air, Persinggahan Kereta Api Tertua di Sumatera Barat

Rabu, 22 September 2021 | 08:05 WIB
Stasiun Pintu Air Tahun 2017 (Sebelum Reaktivasi). ( Sumber : Wikipedia)

 

 

TITIKTEMU.CO – PADANG -  Bangunan bergaya art deco tempo dulu dengan beratap setinggi tujuh meter dari permukaan tanah itu,  terihat cantik dengan aksen plester semen kasar bercampur kerikil, sehingga menimbulkan kesan artistik.

Lima anak tangga selebar 6 meter menjadi akses utama menuju bangunan seluas 500 meter persegi tersebut. Pada salah satu tangga terdapat jalur khusus disabilitas, lengkap dengan besi pegangan stainless, sekaligus sebagai penghalang tepian. Tepat di bagian atas bangunan besar tadi terdapat tulisan ukuran jumbo "ST PULAU AIE".

Itulah Stasiun Pulau Air, yang terletak di antara permukiman  penduduk kawasan Kota Lama Padang di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan.  Masyarakat setempat mengenalnya sebagai Stasiun Puluaie, salah satu stasiun kereta api tertua di Sumatra Barat.

Baca Juga: Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah

 

Dilansir TITIKTEMU.CO dari situs indonesia.go.id, bangunan ini dulu kondisinya sangat menyedihkan karena tidak dipakai lagi. Terakhir kali PT KAI melayani perjalanan kereta api pada tahun 1977 silam,  sebelum akhirnya berhenti beroperasi.  Bangunan itu pun selama puluhan tahun menjadi rumah bagi tunawisma, serta tempat penitipan barang bagi warga setempat.

Dalam buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Stasiun Pulau Air adalah bagian dari jaringan kereta api pertama di Pulau Sumatra yang selesai dibangun tahun 1891 oleh Sumatra Staatspoorwegen, jawatan kereta api pemerintahan Hindia Belanda.

Jalur kereta api ini bermula dari Stasiun Pulau Air ke Padangpanjang sepanjang 70 km, hingga Kota Bukittinggi sejauh 90 km. Jalur ini resmi dipakai pada 1 Oktober 1892 bersamaan dengan dioperasikannya Pelabuhan Emmahaven, yang sekarang dikenal sebagai Pelabuhan Teluk Bayur.

Baca Juga: Ingin Stop Merokok??...Coba Cara Beberapa Tips Berhenti Merokok Ini 

DIAKTIFKAN KEMBALI

Kehadiran Bandar Udara Internasional Minangkabau dengan fasilitas kereta bandaranya, Minangkabau Ekspress, menjadi momentum bangkitnya moda transportasi di Kota Padang. Itu pula yang mendasari dihidupkannya lagi stasiun-stasiun tua seperti Simpang Haru, Duku, dan Stasiun Pulau Air.

Pekerjaan reaktivasi Stasiun Pulau Air mulai berjalan pada Juni 2019 oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatra Bagian Barat.

Halaman:

Tags

Terkini