TITIKTEMU.CO, Mengunjungi museum rasanya kurang puas jika hanya sekedar melihat barang-barang yang ada tanpa ada penjelasan guide atau juga disebut edukator. Justru hal menariknya jika mengunjungi museum atau tempat bersejarah adalah cerita unik dibalik koleksi museum.
Melihat hal ini, Museum Batik Pekalongan meluncurkan Sidakon Mustika. Sebuah terobosan berupa aplikasi yang menyajikan informasi tentang koleksi batik, motif, dan deskripsinya. Praktisnya aplikasi tersebut dapat diakses oleh para pengunjung museum dengan perangkat yang tersedia di sana.
Kepala Museum Batik Pekalongan melalui Kepala Subbagian Tata Usaha, Nur Hayati Sinaga, menuturkan, Sidakon Mustika diambil dari dua istilah, yakni dakon – nama permainan tradisional, dan mustika yang merupakan akronim dari Museum Batik Pekalongan.
Baca Juga: Ada JIFEST 2023 Yang Mulai Digelar Malam Ini Di Temanggung, Ini Agendanya
“Mengapa mengambil nama Sidakon karena dakon mengandung arti permainan yang memiliki persamaan hak, dan Mustika mengandung arti sesuatu yang berharga. Harapannya, Sidakon Mustika ini dapat menjadi suatu alat bantu semua orang yang berkunjung ke Museum Batik, mereka mendapat hak yang sama untuk memperoleh atau mengakses informasi tentang koleksi batik,” jelas Nur, saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.
Diterangkan Nur Hayati Sinaga, Sidakon Mustika menggantikan peran edukator museum dalam memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang batik koleksi museum, dengan jumlah mencapi 1.300 helai. Terlebih, tidak seluruh batik koleksi museum dipamerkan.
“Ini dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni batik mancanegara, nusantara, pedalaman, pesisiran, dan kontemporer,” beber Nur.
Jadi dengan aplikasi ini, pengunjung bisa menikmati batik-batik cantik yang menjadi koleksi museum dengan lebih jelas.