TITIKTEMU.CO, Di tengah gempuran budaya global dan modernisasi, anak-anak memiliki peran penting sebagai pewaris budaya sekaligus jembatan antara tradisi dan kemajuan zaman. Lelagon Bocah hadir sebagai upaya menanamkan kembali nilai-nilai budaya Jawa kepada anak-anak melalui nyanyian sederhana yang penuh makna.
Syukurnya, Lomba Nyanyi Lelagon Bocah Pakualaman Tingkat DIY yang digelar di Pura Pakualaman diikuti oleh puluhan peserta kategori TK-SD. Dalam acara tersebut diadakan juga peluncuran dua album Lelagon Bocah oleh GKBRAA Paku Alam.
Dalam dunia yang semakin modern, GKBRAA Paku Alam menyoroti mulai pudarnya eksistensi warisan budaya seperti lagu-lagu tradisional anak atau lelagon bocah. Padahal, lelagon bocah tidak sekadar hiburan, melainkan menyimpan nilai-nilai luhur, sastra, pendidikan karakter, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Baca Juga: Jepara Gelar Festival Permainan Tradisional, Supaya Anak Tak Kecanduan Gadget
“Lelagon Bocah hadir sebagai upaya sederhana namun bermakna untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya Jawa kepada generasi penerus. Lagu-lagu ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menyentuh,” tutur Gusti Putri.
Gusti Putri juga menekankan bahwa lagu-lagu yang dipilih dalam Lelagon Bocah mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan keindahan bahasa serta melodi khas Jawa. Oleh karena itu, lelagon bocah diharapkan dapat menjadi media pembelajaran budaya yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus menjadi alat bagi para pendidik, orang tua, dan masyarakat luas dalam memperkenalkan budaya leluhur.
Baca Juga: Permainan Gobak Sodor Kini Dilombakan Kembali Di Yogya
“Semoga Lelagon Bocah ini menjadi jembatan antara budaya dan kemajuan zaman. Kita harap anak-anak tumbuh dengan karakter yang lembut, santun, serta mencintai budayanya sendiri,” tutup Gusti Putri.
Acara peluncuran album ini juga dimeriahkan oleh penampilan anak-anak TK Pertiwi Pura Pakualaman dan anak-anak istimewa POTADS. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, namun juga momentum penting untuk menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal sejak usia dini.