Galeri Nasional Indonesia. Jakarta.
Pameran seni di Galeri Nasional menjadi lebih interaktif dengan Augmented Reality. Teknologi ini memungkinkan pengunjung melihat informasi tambahan tentang karya seni, seperti cerita di balik lukisan, teknik pembuatan, hingga simulasi tiga dimensi. Dengan cara ini, Galeri Nasional mendorong apresiasi seni yang lebih mendalam, sambil mengurangi ketergantungan pada brosur atau panduan fisik.
Agung Rai Museum of Art (ARMA)
Di Agung Rai Museum of Art (ARMA), pengunjung dapat menggunakan Augmented Reality untuk memahami konteks budaya dan filosofi di balik seni Bali tradisional. Wisatawan dapat menyaksikan tari-tarian Bali melalui animasi digital atau berinteraksi dengan pemandangan virtual yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali di masa lampau.
Baca Juga: Prasasti Canggal Candi Gunung Wukir, Tonggak Peninggalan Sejarah
Teknologi ini membantu melestarikan seni dan budaya Bali secara digital sambil menarik wisatawan generasi muda.
Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO, Candi Borobudur mengintegrasikan Augmented Reality untuk memberikan tur virtual. Wisatawan dapat melihat detail relief candi dengan penjelasan animasi.
Teknologi ini juga menghadirkan gambaran tentang bagaimana Candi Borobudur dibangun dan digunakan pada masa kejayaannya.