TITIKTEMU.CO, Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto menghadiri dan secara simbolis membuka Pameran Seni Rupa ‘Titik Nol’ yang diinisiasi dari Kelompok Seni Dong Jene, di Ndalem Poenakawan Yogyakarta, Sabtu (26/10).
Sugeng mengapresiasi para pelukis dan perupa yang telah menampilkan karya-karyanya, sebagai hasil karya masterpiece seniman lokal di Kota Yogyakarta. Diharapkan pameran tersebut menjadi ekspresi para seniman di Kota Yogyakarta, serta sebagai wahana untuk meningkatkan kreativitas masyarakat terhadap karya seni kontemporer itu sendiri.
“Kami melihat karya-karya yang ditampilkan pada hari ini, merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap Kota Yogyakarta. Dimana sudut-sudut pembuatan lukisan menjadi point of view yang menunjukkan kesehari, kesederhanaan kehidupan masyarakat atau fenomena tertentu yang dengan jeli ditangkap oleh sang seniman,”jelas Sugeng Purwanto.
Baca Juga: Pameran Lukisan OLDIES di Monjali, Pameran Lukisan Bertabur Bintang
Sugeng juga memberikan ucapan terima kasih atas inisiatif dari panitia, bahwa sebagian dari hasil penjualan lukisan akan dimanfaatkan untuk penyediaan tong sampah ramah lingkungan tanpa asap.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pameran Lukisan dengan tema ‘Titik Nol’ Prima Laksana mengungkapkan, pameran diikuti kurang lebih 39 pelukis dari 16 artis dari pemula hingga maestro mulai tanggal 26-32 Oktober 2024.
Pihaknya menjelaskan, tema Titik Nol melambangkan awal mula harapan baru, dan sejarah bagi Kota Yogyakarta. Sehingga, momentum ini menjadi inovasi dan memiliki peran penting dengan adanya identitas budaya di Kota Yogyakarta.
“Melalui pameran ini masyarakat dapat mencintai dan menikmati seni. Dimana, seni tak terpisahkan dalam kehidupan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah dan inspirasi untuk memperkuat Kota Yogyakarta sebagai Kota Seni dan Kota Budaya yang terus berkembang,”ungkapnya.
Baca Juga: Keren , Pemuda ini Mengolah Limbah Kayu Jadi Lukisan 3 Dimensi
Selanjutnya, Kurator Pameran, Aa Nurjaman mengatakan, pameran ini menampilkan karya-karya hasil olah seni para seniman mulai dari pemula hingga maestro, diantaranya Artha Pararta Dharma, Nasirun, Sujadiono, Iwan Widianto, GRAJ Artie Ayya Fatimasari Wironegoro, Ananta Widi Satya (Ituk), Triadiwijaya (Trio), Addi Soelisttio, Donny Trianto, Eddie Basoeki, Rimawan Andono (Donas), Setiawan Cahyono (Wawan), Tico Tedja Neik EL Fuady, Yulhendri, Sardiman serta Ayu Putri Rivira.
Ia berharap, melalui pameran ini, baik pelukis pemula dan maestro bisa bersilaturahmi dan berkolaborasi.Sehingga dapat menghasilkan karya seni yang nantinya dapat dikolaborasikan bersama. “Diharapkan, para pelukis baik pemula dan maestro ini bisa bekerjasama. Bukan hanya dalam kegiatan ini saja, tetapi ada unsur pembelajaran dan penurunan filosofi untuk seniman muda yang nantinya bisa menjadi benang merah antara karya kekinian dan karya dulu,”katanya.