TITIKTEMU.CO, Ribuan warga masyarakat memadati sepanjang ruas jalan Malioboro menyaksikan kemeriahan pawai Kemerdekaan Jogja Fashion Carnival (JFC) 2024, (17/08). Pawai diikuti 23 kelompok carnival mengambil titik start dari Gerbang Barat Kepatihan dan berakhir atau finish di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.
Selain memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 79 Republik Indonesia, pawai kemerdekaan JFC 2024 diharapkan dapat mendorong peningkatan potensi keunikan fashion di DIY agar semakin dikenal tidak hanya di level DIY.
Pawai kemerdekaan ini diikuti 15 kelompok hasil seleksi yang berasal dari DIY dan sekitarnya. Peserta pawai antara lain Kapita IQ, Bahuwarna Karnaval, Nawasena Carnival Syndicate, Rossynesia Carnival, Elok Carnival Brebes, Salatiga Kostum Kernaval, Rawikara Fashion Carnival, Nirwasita Karnaval, Seven A+, Plumeria, MMCT (Mister Miss Culture Tourism), Mbrang Wirang, For DK, SSRNB Familia Gunungkidul dam Ragam Rupa.
Baca Juga: Ada Zumba Di Perayaan Hari Ulang Tahun Jateng Hari Ini
Turut menyemarakkan pawai yaitu Tim Paskibraka DIY dan dua kelompok marching band dari UPN dan UAJY, Tim Gembira Loka Zoo, Warriors Inline Club Yogyakarta, Komunitas Sajiwa dan dua tim bintang tamu dari Traya Art Solo dan Banyuwangi Etno Carnival. Peserta unjuk kreatifitas dan kebolehan di hadapan para tamu VIP Gedung Agung yang menjadi bagian dari kegiatan display pada saat upacara penurunan bendera.
Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mewakili Gubernur DIY mengatakan JFC 2024 sebagai bagian dari peringatan hari jadi RI kali ini mengangkat tema 'Alapana Swayambrabha'. Tri Saktiyana menekankan semangat kebersamaan dan semangat untuk terus melestarikan dan mempromosikan budaya lokal dapat terus tumbuh dan menginspirasi semua.
Tema “Alapana Swayamprabha” menurut Plt. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Agus Priono bermakna penghormatan atas cahaya kekuatan diri suatu bangsa. Hal ini terkait erat dengan kebanggaan seluruh warga Negara Indonesia dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Keunikan dan daya tarik karnaval diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya lokal.
Baca Juga: Meriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Pertamina Gelar Pengibaran Bendera Bawah Laut
Peserta pawai menampilkan kreatifitas kostum carnival yang dibagi menjadi tiga sub tema, yaitu Ngalaga pada masa perjuangan meraih kemerdekaan dari penjajahan. Inspirasinya berupa bambu runcing, motif doreng, kamuflase daun dedaunan, percikan api (bukan api sesungguhnya), senjata api, dan hal-hal yang berkaitan dengan penjajahan.
" Sub tema berikutnya Sasmita berupa simbol dalam perjalanan bangsa Indonesia. Inspirasinya berupa Garuda, Simbol sila Pancasila, monumen perjuangan, bendera, simbol-simbol budaya yang ada di DIY dan simbol lain sesuai interpretasi peserta. Kemudian Gurita yang artinya kemeriahan bersuka cita merayakan kemerdekaan. Inspirasinya berupa bentuk lomba yang biasanya ada pada perayaan kemerdekaan, tumpengan, tirakatan, tari-tarian, dan budaya dalam memeriahkan kemerdekaan di DIY," imbuhnya.
Septi, warga Maguwo Sleman mengaku sangat antusias dan tidaknya sabar menyaksikan pawai kemerdekaan ini. Bahkan dirinya beserta keluarga rela datang lebih awal dan sabar menunggu selama dua jam di Malioboro. Pawai ini sangat menarik apalagi menampilkan kreativitas kostum dan atraksi seni budaya.