pariwisata

Begini Ini Kalau Mitra Friends of Yogyakarta Dari Negara Lain Kepincut Batik

Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:00 WIB
Peserta program Friends of Yogyakarta 2024 saat belajar membatik di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri (Pemprov Yogya)

TITIKTEMU.CO, Batik  telah dikenal luas hingga dunia internasional bahkan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak Oktober 2009.

Tak heran pesona batik mampu memikat para peserta program Friends of Yogyakarta 2024 saat belajar membatik di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Berasal dari 12 negara, sebanyak 20 peserta yang turut serta dalam program Friends of Yogyakarta 2024 yang  merupakan perwakilan mitra kerja sama luar negeri DIY, lembaga asing di Indonesia baik yang berbasis di Jakarta maupun Yogyakarta, dan kedutaan besar negara sahabat.

Para mitra luar negeri DIY tersebut sebenarnya sudah mengenal batik dalam wujud seperti kain dan busana. Tapi  kegiatan ini lebih memperkenalkan batik, khususnya proses pembuatan batik yang terdiri dari berbagai tahapan seperti desain, tracing, menggambar pola di atas kain menggunakan malam dengan bantuan canting, mewarnai, perebusan kain untuk melunturkan sisa malam, dan pengeringan.

Baca Juga: Brebes Daftarkan Garam Rebus dan Batik Salem sebagai Indikasi Geografis, Apa Itu?

20 peserta yang berasal 12 negara yakni Kenya, India, Palestina, Tajikistan, Pakistan, Rusia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Shanghai, Jepang, Australia, dan Jepang, ini  dipersilakan untuk praktik membatik secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh perajin batik tulis Giriloyo.

Seluruh peserta program Friends of Yogyakarta 2024 tampak antusias belajar membatik pada kain mori berukuran sekitar 30 x 30 cm selama kurang lebih 1,5 jam. Walaupun awalnya tampak kebingungan, seluruh peserta pun dapat menyelesaikan proses membatik pada kain mori yang telah dipola dengan motif batik tulis bertema alam.

Usai berhasil menggambar seluruh pola motif batik menggunakan malam dengan canting, salah satu peserta bernama Nediva Divya Singam asal Singapura mengaku kegiatan belajar membatik ini menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya. Ketika melihat berbagai kerajinan batik yang telah dikreasikan menjadi baju, topi, dan sebagainya, ia tidak bisa membayangkan bahwa pembuatan kerajinan batik tersebut merupakan sesuatu yang mudah.

-
“Ini pertama kalinya saya membatik. Mungkin awalnya kamu berpikir bahwa membatik ini mudah dan motif polanya hanya bunga. Tapi ketika kamu melakukannya, kamu akan menyadari detail yang ada dari seni ini. Saya mendengar para perajin batik di sini berkata bahwa mereka telah melakukan kegiatan membatik ini selama bertahun-tahun. Mereka sangat berbakat. Sangat indah melihat mereka melakukan kegiatan membatik ini,” jelas Nediva.

Baca Juga: Ada Lomba Desain Batik Sawit, Pacu Kreatifitas Desainer dan Pembatik Yogyakarta

Alex Chudleigh asal Victoria, Australia , mengaku kali pertamanya membatik. Setelah mencoba langsung, menurut Alex, membatik merupakan kegiatan yang sangat sulit. Ia mengaku, menggunakan malam untuk menggambar pola motif batik yang ada di kain bukanlah sesuatu yang mudah. “Ini adalah kali pertama saya membatik. Saya tidak terlalu bisa, tapi saya ingin menjadi lebih pandai. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ucap Alex.

Selama ini, Kampung Batik Giriloyo memang telah dikenal sebagai sentra batik tulis Jogja. Ketua Pengelola Desa Wisata Kampung Batik Giriloyo Wukirsari, Nur Ahmadi mengatakan, Kampung Batik Tulis Giriloyo ini berdiri sejak tahun 2007.  “Kami di sini ada 12 kelompok batik kemudian dari 12 kelompok itu kita kumpulkan menjadi satu kelompok besar di tempat ini yang sekarang kita beri nama Koperasi Jasa Kampung Batik Tulis Giriloyo. Itu menaungi 12 kelompok batik, kemudian di bawah koperasi itu ada satu unit usaha yaitu adalah desa wisata. Jadi kita jualan paket belajar membatik,” kata Nur Ahmadi.

Terdapat kurang lebih 600 orang perajin batik tulis di Kalurahan Giriloyo. Para perajin telah melestarikan tradisi batik tulis sejak awal abad ke-17 yang dikenalkan oleh Kerajaan Mataram Islam. “Batik yang kami buat di sini adalah batik-batik tulis klasik warisan dari Mataram yang sampai saat ini masih tetap kami lestarikan di tempat ini. ” papar Nur Ahmadi.

Baca Juga: Tutorial Membatik Dan Cara Melukis Batik di Kain seperti Ahli, Menciptakan Karya Seni Batik Yang Unik Dan Memukau!

Giriloyo juga memiliki motif batik khas yaitu motif batik Srigunggu Wiguna. Motif batik ini memiliki corak tumbuh-tumbuhan dari pohon Srigunggu berupa bunga dan daun. Motif ini pun dapat dikreasikan dengan motif lain sesuai dengan kreatifitas para perajin batik.

Kampung Batik Giriloyo sendiri menawarkan paket belajar batik tulis untuk para wisatawan setiap hari dari pukul 08.00 - 16.00 WIB. Harga paket edukasi ini pun terjangkau yakni 250 ribu untuk 5 orang.

Halaman:

Tags

Terkini