Dalam jarak radius tiga kilometer masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan kegiatan di sektor Utara-Barat, empat kilometer untuk sektor Selatan-Barat, tujuh kilometer untuk sektor Selatan-Tenggara, enam kilometer untuk sektor Tenggara-Timur, dan empat kilometer untuk sektor Utara-Timur.
Danau ini berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), berada di ketinggian 2.451 meter di atas permukaan laut.
Bila situasi normal banyak suguhan keindahan kawasan Berastagi dan Dataran Tinggi Karo yang juga berada di kaki Gunung Sinabung.
Melewati jalur berliku jalan pegunungan, perkampungan, kebun sayur dan hutan pinus, terasa makin nikmat.
Tak hanya pemandangan alam, wisatawan juga bisa mengagumi kemegahan rumah adat Karo yang berusia ratusan tahun di sekitar jalur menuju Danau Lau Kawar, tepatnya di Desa Lingga.
Tapi kegiatan penduduk asli di sekitar Danau Lau Kawar dari memancing dan berkebun masih dilakukan, meski tidak seramai dahulu.
Danau ini memang tidak sepopuler dan seluas Danau Toba, tapi berbicara mengenai pemandangan yang disuguhkan tidak kalah.
Diapit alam pegunungan yang ditumbuhi oleh kayu-kayuan hutan tropis yang membuat teduh dan sejuk.
Pinggiran danau terbentang lahan seluas 3 Ha yang sangat cocok untuk berkemah dan bermalam.
Selain itu kita dapat memancing, menyewa perahu atau kapal boat, dan panjat tebing.
Harga Tiket
Tak perlu budget besar untuk menikmati keindahan yang ditawarkan oleh Danau Lau Kawar.
Pengunjung hanya dikenakan biaya retribusi dan parkir yang tidak sampai 20 ribu.