pariwisata

Air Terjun Pengantin Pantai Jogan di Pesisir Selatan Jogja, Rute, Jam Buka dan Harga Tiket  

Kamis, 12 Oktober 2023 | 14:30 WIB
air terjun Pengantin Pantai Jogan, air terjun di Gunungkidul. (Instagram.com/@lensa44)

 

TITIKTEMU.CO – Meski memiliki panorama cantik, Pantai Jogan, Gunungkidul, memang belum sepopuler deretan pantai lain di selatan Jogja. Padahal, pantai ini memiliki air terjun yang menakjubkan.

Ada pun wisata air ini dikenal dengan nama air terjun Pengantin. Lokasinya  berada tebing di atas Pantai Jogan. Dengan ketinggian 12 meter, aliran air jatuh dari atas tebing langsung ke ke bibir pantai.

Tepatnya, air terjun Pengantin Pantai Jogan ada di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta.

Baca Juga: Air Terjun Kedung Kayang, Keindahannya Tidak Bisa Ditawar  

Pantai Jogan sendiri bagian dari jajaran pantai di Gunungkidul di mana posisinya diapit Pantai Nglambor dan Pantai Siung di sisi timur, dan Pantai Timang di sisi barat.

Keberadaan air terjun Pengantin ini menjadikan Pantai Jogan lebih istimewa disbanding pantai-pantai lain di garis pantai Gunungkidul sepanjang 71 kilometer.

Dinamakan air terjun Pengantin, konon karena bagi siapa yang belum mendapat jodoh akan segera bertemu jodohnya setelah mandi di bawah air terjun ini.

Baca Juga: The Lost Paradise Air Terjun Jumog, Rute, Jam Buka dan Harga Tiket 

Rute menuju air terjun Pengantin Pantai Jogan bisa ditempuh dari pusat kota Jogja dengan jarak tempuh sekitar 79 km atau sekitar 2 jam perjalanan.  Arahkan kendaraan menuju Jl. Panembahan Senopati 9.

Setiba di perempatan jalan ambil ke arah selatan melewati Jl. Brigjen Katamso dan ikuti jalur pantai Selatan Jawa ini. Sebelum tiba di Pantai Jogan akan melewati Pantai Siung.

Pantai Jogan berada di sebelah kiri dengan jalan masih berbatu. Untuk bisa menikmati guyuran air terjun dari atas tebing, pengunjung harus turun ke dasar tebing.

Baca Juga: Air Terjun Sri Gethuk, Wisata Hidden Gem yang Memesona di Gunungkidul 

Ada dua cara untuk turun, pertama dengan teknik canyoning alias rappeling di air terjun yang memerlukan peralatan dan kemampuan mumpuni tentunya. Kedua,dengan cara  menapaki turunan licin yang basah.

Jangan khawatir, banyak pegangan kayu yang bisa menjadi penopang ssehingga perjalanan relatife aman. Tapi, tentu saja tepa harus berhati-hati karena jalur sangat curam.

Halaman:

Tags

Terkini