pariwisata

Saparan Dengan Menyebar 30.000 Apem Kukus Di Kawasan Wisata Pengging,

Minggu, 17 September 2023 | 16:00 WIB
Tradisi Saparan sebaran apem kukus keong mas di kawasan wisata Pengging, Kecamatan Banyudono (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Tradisi Saparan sebaran apem kukus keong mas di kawasan wisata Pengging, Kecamatan Banyudono, Jumat (15/9) berlangsung meriah. Sedikitnya 30.000 apem kukus keong mas disebar dalam tradisi tahunan menyambut berakhirnya bulan Safar atau biasa disebut saparan.

Kirab dimulai dari halaman kantor Kecamatan Banyudono sampai Alun- alun Pengging dan kawasan Masjid Cipto Mulyo Pengging. Rombongan diawali kerbau Kiai Slamet, passebaran apemukan bendera merah putih Paskibra Kecamatan Banyudono diikuti pasukan Keraton Surakarta, gunungan apem keong emas dan Forkopimda Kabupaten Boyolali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih mengatakan, tradisi sebaran kue apem kukus keong emas dilakukan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya.

Kue apem pada acara ini berbeda dengan kue apem umumnya. Kue apem ini dibuat dengan cara dikukus sehingga rasanya berbeda. Pada zaman pujangga Yosodipuro, keong emas merupakan hama perusak tanaman padi yang mengakibatkan gagal panen.\

Baca Juga: Kirab Saparan Budaya Tahunan Warga Gondolayu, Dengan Mengarak Gunungan Kue Apem

“Filosofi janur itu nur (cahaya). Semoga mendapatkan cahaya dari Allah SWT. Setelah itu panen berhasil. Sebagai bentuk terima kasih kepada Allah SWT (sehingga) yang panen kemarin gagal menjadi berhasil,” ungkapnya.

Bupati Boyolali, M Said Hidayat yang turut hadir mengatakan, tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan Kabupaten Boyolali yang terus dilestarikan.

Baca Juga: Kudus Gelar Festival Karnaval Budaya, Keren Banget

“Harapannya tentunya bagaimana generasi-generasi penerus akan memahami bahwa Boyolali memiliki banyak budaya tradisi yang harus terus menerus kita jaga harus kita nguri-uri,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tradisi sebaran apem kukus keong mas yang kerap digelar setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa di Kabupaten Boyolali ini, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) pada tahun 2020.

Tags

Terkini