Dulunya bernama Ndalem Purbayan dan sekarang menjadi Ndalem Pakuningratan.
Selanjutnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyampaikan, dalam merumuskan kegiatan ini, pihaknya menggandeng mahasiswa dari Ilmu Sejarah UGM dan Tata Kelola Seni Yogyakarta untuk menggali dan menyajikan potensi wilayah dalam sajian Living Museum.
“Keterlibatan dua kampus besar UGM dan ISI Yogyakarta dalam kegiatan ini untuk mewujudkan percepatan pembangunan Kota Yogyakarta yang mengusung konsep Temoto, Temonjo, Kroso dengan memaksimalkan sinergi 5 K, yaitu korporasi, komunitas, kampus, kampung serta kota,"ungkapnya.
Selain itu, rangkaian persiapan perayaan Keistimewaan Yogyakarta ini sudah dimulai sejak bulan Mei 2023 dan kemudian dilanjutkan workshop yang dilaksanakan di bulan Juli 2023 untuk memberikan bekal kepada tim kemantren dalam proses penyajian pameran ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat Kota Yogyakarta bahwa untuk menemukan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta dapat dimulai dari adat tradisi dan budaya.
"Semoga potensi-potensi budaya yang sudah tergali dan tervisualkan secara apik dapat terjaga keberlangsungan dan menjadi monument yang mencerminkan identitas setiap kemantren," jelasnya.