entertainment

KACAU PARAH SUMPAH: Festival Musik Berdendang Bergoyang di Istora Dihentikan Polisi. Ini Link Refund-nya

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:52 WIB
Penonton Festival Berdendang Bergoyang demo menuntut refund tiket,setelah pertunjukan musik itu dihentikan polisi ([ic/twitter)

Udah penjelasan dr direktur emrivo selaku penyelenggara event & penjelasan kenapa gaada booth OT. tiket berdendang bergoyang day 2 dijanjikan utk
di refund 100%

Jadi ternyata ketua panitianya ditahan ges sm po*is* buat jaminan acaranya jam 10 harus selesai. trus memang yg ngebatasin itu mereka katanya
demi keamanan

Emvrio Production sebagai promotor "Berdendang Bergoyang" telah menyampaikan permohonan maaf karena acara hari ketiga harus ditiadakan. Namun, Vino Sefvirrno selaku CEO Emvrio Production mengaku sudah berusaha sedemikian rupa untuk menggelar konser tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Roadshow Mustika Ratu, Mawar de Jongh Bikin Histeris Pengujung Luwes Kestalan

"Kami sudah mengikuti prosedur penyelenggaraan event, dan sudah mengantongi ijin keramaian. Kami juga menyadari banyak kejadian saat event berlangsung namun kami sudah berusaha melakukan penyesuaian alur penonton, mengatur ulang jumlah penampilan, menambah keamanan dan tim medis," ujar Vino, melalui siaran pers, seperti dilansir IntipSeleb, Minggu
30 Oktober 2022.

Festival Berdendang Bergoyang (FBB) hari ke-3 telah resmi ditiadakan, pihak panitia juga akan mengembalikan uang tiket 100%. Berikut link informasi mengenai refund tiket bit.ly/REFUNDTIKETBBF.

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing mengapresiasi langkah tepat polisi menghentikan konser musik itu.

Baca Juga: Fakta-Fakta Penting Zayyan Idol Kpop Korea Asal Indonesia, Yang Siap Debut Bersama OJC Newbies

"Saya mengapresiasi dan mendukung keputusan pihak kepolisian. Ini kan overcapacity jadi sangat wajar mengambil tindakan menghentikan festival itu," kata Emrus, Minggu, 30 Oktober 2022.

Menurut Emrus, bila acara itu tidak dihentikan akan membuat penonton membludak dan berpotensi tinggi memakan korban jiwa. Sehingga, langkah polisi sudah sangat tepat karena mengutamakan keselamatan warga negara di atas yang lainnya.

"Basis dari pada kepolisian adalah keselamatan warga negara di atas segalanya. Itu prinsipnya. Jadi keselamatan warga negara tidak melihat jumlah satu atapun berapa pun. Keselamatan warga negara harus menjadi yang utama,"kata Emrus.

Baca Juga: Foto Prewedding Kostum Jersey di Stadion Manahan, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Bikin Heboh

Emrus memandang, tindakan kepolisian murni semata-mata untuk menyelamatkan jiwa warga. Bukan kepentingan pribadi maupun kepentingan institusi Polri.

"Keputusan itu bukan untuk diri polisi. Bukan untuk institusi tapi keselamatan  warga negara. Jadi tak ada kepentingan pribadi maupun institusi," kata Emrus.

Emrus juga mengatakan, pihak yang paling bertanggung jawab atas over kapasitas festival ini adalah panitia pelaksana. Namun, sikap polisi yang humanis membuatnya bergerak terlibat proaktif untuk keselamatan warga.

Halaman:

Tags

Terkini