Sampai akhirnya, Joko dipertemukan kembali dengan teman masa kecilnya, Ayu (Tatjana Saphira). Ayu rupanya juga sedang bermasalah dengan pacarnya, Alan (Ciccio Manassero).
Masalah cinta yang dihadapi membuat keduanya kembali akrab. Mereka saling curhat, dan akhirnya sepakat untuk saling memberikan dukungan.
Joko dan Ayu pun bertekad untuk memperbaiki hidup mereka. Langkah pertama adalah membantu Joko mendapatkan Farah kembali.
Secara garis besar, film Lara Ati mengangkat kisah pergulatan yang dialami banyak orang saat memasuki fase dewasa atau quarter life crisis.
Lara Ati sendiri memiliki arti sakit hati, di mana semua orang pasti pernah merasakan momen sakit hati di dalam hidupnya.
Bentuk sakit hati itu sangat beragam, mulai dari tuntutan orang tua, tekanan untuk hidup mapan, pekerjaan, gaji yang besar, dan jodoh.
“Momen-momen seperti itu sangat relate dengan banyak orang. Artinya diakui atau tidak, banyak orang mengalaminya,” kata Bayu Skak.
Baca Juga: Ini Daftar Film Indonesia Tayang September 2022 di Bioskop, Ada Horor dan Drama Keluarga
Menyinggung banyaknya masalah masa kini, anak muda usia 25 hingga menginjak usia 30 banyak mengalami hal ini.
Quarter life crisis banyak terjadi, dan sulit mendapat jawaban untuk kenyataan yang ada. Lara Ati mengurai segala masalah quarter life crisis lewat karakter Joko.
Namun, masalah-masalah berat tersampaikan dengan ringan di film ini. Karakter dan adegan kerap memunculkan gelak tawa.
Sepanjang hampir 2 jam, Lara Ati menggunakan dialog yang seluruhnya Bahasa Jawa Timur yang kental, lengkap dengan guyonannya yang khas.