entertainment

Film The King's Speech, Kisah Ayah Ratu Elizabeth II Yang Berusaha Melawan Gagap

AB Soleh
Minggu, 11 September 2022 | 15:09 WIB
Film The King's Speech , cerita ayah Ratu Elizabeth II (Imdb)

TITIKTEMU.CO- Mengingat mendiang Ratu Elizabeth II yang baru wafat , rasanya kurang lengkap jika belum menyaksikan film The King’s Speech. Film ini bercerita Pangeran Albert yang terpaksa naik takta Raja Inggris karena kakaknya turun tidak bisa menjadi raja. Pangeran Albert yang kemudian menjadi Raja George VI memiliki kekurangan , yaitu gagap sedari kecil sehingga susah berpidato. Raja kemudia mencari terapis wicara hingga bertemu Lionel Logue.

Film ini merupakan film drama sejarah garapan sutradara Tom Hooper berdasarkan naskah karya David Seidler. Film yang perdana tayang pada 2010 ini dapat saksikan di berbagai aplikasi film.

Film ini dibntangi Colin Firt, Guy Pearce, Helena Bonham Carter dan  Geoffrey Rush. Berkat akting memukaunya, Colin berhasil mendapatkan piala Oscar pertamanya untuk kategori Best Actor.

Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop, Berikut Sinopsis Film Mencuri Raden Saleh

Sembilan minggu sebelum syuting dimulai, cucu Lionel Logue, Mark Logue, menemukan sebuah kotak besar di lotengnya yang berisi surat-surat pribadi kakeknya. Kotak itu berisi buku harian Lionel Logue, buku janji temunya, catatan dari sesi terapi wicaranya dengan Raja George VI, dan lebih dari 100 surat pribadi untuk Logue dari Raja. Itu juga berisi apa yang diyakini sebagai salinan sebenarnya dari pidato yang digunakan oleh George VI dalam siaran radio tahun 1939 yang mengumumkan deklarasi perang dengan Jerman.

Mark Logue menyerahkan kertas, surat, dan buku harian kakeknya kepada sutradara Tom Hooper dan penulis skenario David Seidler, yang menggunakannya untuk menyempurnakan hubungan antara Logue dan Raja.

Geoffrey Rush dan Colin Firth yang memerankan Raja dan terapis wicaranya juga membaca materi itu,  untuk mengetahui karakter mereka. Percakapan dalam film ini antara Logue dan Raja George VI setelah pidato radionya diambil langsung dari buku harian Logue. Firth bersikeras bahwa itu harus dimasukkan dalam film.

Sinopsis Film The King's Speech

Pangeran Albert (Colin Firth), ayah dari Ratu Eizabeth dari Inggris memiliki hambatan bicara. Menderita gagap sejak usia empat atau lima tahun, Pangeran Albert muda takut terlibat dalam berbicara di depan umum. Sejarah mencatat bahwa pidatonya pada penutupan pameran Persemakmuran 1925 di London sulit bagi dia dan semua orang yang mendengarkan hari itu.

Ratu Elizabeth kecil dalam film King's Speech (Imdb)

Pada pertengahan 1930-an, Pangeran Albert atau Duke of York dipaksa untuk mengambil alih tahta Inggris Raya sebagai Raja George VI, karena kakak laki-lakinya Raja Edward VIII (Guy Pearce) turun tahta. Segera setelah itu, terjadi krisis di pemerintahan dan Inggris menyatakan perang dengan Jerman.

Mengetahui bahwa negara membutuhkan suaminya untuk dapat berkomunikasi secara efektif, Elizabeth (Helena Bonham Carter) mempekerjakan Lionel Logue (Geoffrey Rush), seorang aktor dan terapis wicara Australia, untuk membantunya mengatasi kegagapannya.

Dia mencoba banyak terapi berbeda selama bertahun-tahun, tetapi hanya ketika dia bertemu Lionel Logue, dia benar-benar mulai membuat kemajuan. Logue tidak memiliki gelar medis, tetapi pernah bekerja sebagai pelatih elokusi di teater dan pernah bekerja dengan tentara yang terguncang setelah Perang Dunia I. Melalui berbagai teknik dan banyak kerja keras, Albert belajar berbicara sedemikian rupa sehingga untuk membuat hambatannya menjadi masalah kecil dan menyampaikan pidato tanpa cacat yang didengar di seluruh dunia melalui radio ketika Inggris menyatakan perang terhadap Nazi Jerman pada tahun 1939.

Baca Juga: Sinopsis Film Miracle In Cell No.7, Kisah Haru Ayah dan Anak di Penjara, Garapan Hanung Bramantyo

Raja dan Logue kemudian tetap berteman seumur hidup. Persahabatan yang luar biasa berkembang di antara kedua pria itu, karena Logue menggunakan cara yang tidak biasa untuk mengajari raja cara berbicara dengan percaya diri.

Halaman:

Tags

Terkini