Tapi tentang kehidupan - dia mengajari saya - jauh lebih besar daripada hitam dan putih, baik atau buruk, menang dan kalah. Ini tentang bagaimana kita benar-benar menggunakan SEMUA usaha, berkah, prestasi, untuk berbuat baik bagi orang lain.
Ini tidak pernah tentang saya atau nama saya. Ini tentang dinamika kehidupan dan bagaimana kita dapat mempengaruhi orang lain. “Yang lebih penting adalah dirimu harus tahu kapan dan bagaimana kalah, untuk menang. Saat itu kemenangan bukan hanya untuk dirimu. Tetapi untuk semua orang, nilai, dan misi yang kamu perjuangkan.”
Baca Juga: Taisei Marukawa dan Fortes Siap Gedor Pertahanan Persita
Terlihat bagaimana sang ayah sangat mendidik Erina Gudono untuk menjadi wanita yang mandiri. Semoga Erina Gudono bisa memenuhi harapan ayahanda yang begitu dirindukannya itu.***