Before, Now & Rhen merupakan film berbahasa Sunda lengap dengan karakter, budaya, dan tradisi Sunda yang kuat.
Baca Juga: Tayang di Bioskop 6 Januari, Ini Sinopsis Film ‘Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga’
Kamila Andini sutradara perempuan pertama Indonesia yang selalu lolos mengikutkan filmnya dalam Berlinale Film Fetival sejak terakhir kali Sofia WD lewat film Badai Selatan di tahun 1962.
Before, Now & Then (Nana) kemudian lolos untuk program kompetisi utama memperebutkan penghargaan Golden Bear dan Silver Bear.
Kamila Andini menyampaikan perempuan adalah korban zaman yang paling nyata. Menurut dia, setiap zaman selalu melahirkan perempuan sebagai korban.
Baca Juga: Film Yuni Gagal, Ini Daftar Lengkap Nominasi Oscar 2022
Nana adalah kisah perempuan yang menjadi korban sebuah zaman, di tengah perang, politik, pemberontakan dan kehidupansosial patriarki.
Film Before, Nom & Then diproduksi tahun 2021 awal di tengah pandemi yang sedang puncak-puncaknya. Film ini diproduseri Ifa Isfansyah dan Gita Fara.***