Bahkan ada yang membagikan tangkapan layar jam tangan pintar yang menunjukkan detak jantung meningkat drastis selama film berlangsung.
Baca Juga: Horor yang Menyindir Sistem, Ghost in the Cell Film Paling Gelap Joko Anwar Tahun Ini
Fenomena tersebut membuat Salmokji menjadi bahan pembicaraan luas di internet.
Efeknya tidak hanya terasa di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata.
Lokasi syuting film ini yang berada di Kabupaten Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan, mendadak menjadi destinasi yang ingin dikunjungi banyak orang.
Beberapa laporan bahkan menyebutkan sekitar seratus mobil terlihat menuju waduk terpencil yang menjadi latar film pada dini hari sekitar pukul tiga.
Lonjakan pengunjung tersebut akhirnya membuat pemerintah daerah setempat memberlakukan pembatasan akses pada malam hari demi menjaga keamanan.
Popularitas film ini juga dimanfaatkan oleh otoritas lokal dan perusahaan pengelola sumber daya air Korea dengan membuat video parodi bertema Salmokji.
Langkah kreatif ini semakin memperluas gaung film tersebut di kalangan masyarakat.
Kesuksesan Salmokji kini memberi harapan baru bagi kebangkitan genre horor Korea.
Beberapa film horor lain pun sudah bersiap menyusul ke bioskop dalam waktu dekat. Salah satu yang cukup dinantikan adalah Teaching Practice: Idiot Girls and School Ghost 2, yang menjadi sekuel dari film horor sekolah yang dirilis pada 2024.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin horor Korea akan kembali menjadi salah satu kekuatan utama di box office Asia. Dan jika melihat respons penonton terhadap Salmokji, kebangkitan itu tampaknya sudah mulai terjadi.***