entertainment

Fakta atau Fiksi? Mengupas Sains di Balik Film Project Hail Mary yang Bikin Penonton Terpukau

Minggu, 26 April 2026 | 21:35 WIB
Ilustrasi Membedah akurasi sains dalam film Project Hail Mary (Dok imdb)

Dalam film, organisme tersebut berkembang biak di planet dengan atmosfer kaya karbon dioksida seperti Venus.

Ide ini memang terdengar ekstrem.

Namun para ilmuwan mencatat bahwa kehidupan di Bumi sendiri sering kali menunjukkan kemampuan bertahan yang mengejutkan.

Beberapa organisme mikro mampu hidup di kondisi sangat ekstrem, seperti spora lumut yang pernah bertahan di ruang hampa hingga berbulan-bulan, atau tardigrada yang dapat memasuki fase dorman untuk melewati lingkungan paling keras sekalipun.

Meski demikian, suhu ekstrem di Venus yang mencapai sekitar 467°C masih jauh melampaui batas toleransi organisme Bumi.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Freelancer dan Gig Worker agar Tetap Stabil di Penghasilan Tidak Pasti

Realitas Astrofisika di Balik Cerita

Secara ilmiah, Matahari justru mengalami peningkatan luminositas secara perlahan seiring waktu.

Para astronom memperkirakan energi Matahari meningkat sekitar 10 persen setiap satu miliar tahun.

Film ini mempercepat fenomena tersebut menjadi hanya tiga dekade demi menciptakan ketegangan dramatis.

Namun jika energi Matahari benar-benar berkurang, dampaknya memang bisa memicu pendinginan global.

Faktor lain seperti gas rumah kaca tetap dapat mempengaruhi kondisi iklim Bumi.

Dalam sejarah planet ini, Bumi pernah mempertahankan air cair meskipun Matahari lebih redup dibanding sekarang.

Misteri Material Alien Xenonite

Film ini juga memperkenalkan material fiksi bernama xenonite.

Halaman:

Tags

Terkini