TITIKTEMU.CO - Film fiksi ilmiah terbaru berjudul Project Hail Mary menghadirkan kisah eksplorasi antarbintang yang menegangkan sekaligus memancing rasa ingin tahu tentang batas-batas ilmu pengetahuan.
Diadaptasi dari novel karya Andy Weir, film ini menampilkan Ryan Gosling sebagai Ryland Grace, seorang guru sains sekolah menengah yang secara tak terduga berubah menjadi astronot dalam misi paling berbahaya bagi umat manusia.
Ia terbangun di sebuah pesawat luar angkasa dengan ingatan yang hilang dan dua rekannya telah meninggal, lalu perlahan menyadari bahwa dirinya sedang menjalankan misi satu arah menuju sistem bintang Tau Ceti untuk menyelamatkan Matahari dari ancaman misterius.
Ketika Matahari Kehilangan Energinya
Satu kalimat padat yang menggambarkan konflik utama film ini adalah: seorang guru sains bernama Ryland Grace harus memecahkan misteri mikroba luar angkasa yang menggerogoti energi Matahari dan mengancam mendorong Bumi ke zaman es dalam waktu tiga dekade.
Dalam cerita film, mikroorganisme bernama astrophage digambarkan mampu menyerap energi bintang.
Akibat aktivitas mikroba tersebut, luminositas Matahari diperkirakan menurun sekitar 10 persen dalam waktu 30 tahun.
Jika skenario ini benar-benar terjadi, suhu Bumi diprediksi turun drastis hingga 10–15 derajat Celsius.
Penurunan suhu sebesar itu berpotensi memicu kondisi mirip zaman es global yang bisa mengguncang keberlangsungan peradaban manusia.
Baca Juga: 60 Persen Orang Tua Merasa Bersalah Soal Screen Time Anak, Kamu Juga Mengalaminya?
Mikroba Pemakan Energi Bintang
Konsep astrophage menjadi elemen paling menarik dalam cerita.
Mikroba ini digambarkan mampu menyerap energi dari bintang lalu menggunakannya sebagai sumber tenaga untuk bergerak melintasi ruang angkasa.