Melalui perjalanan mereka, penonton diajak menyelami hubungan keluarga yang penuh makna, sekaligus refleksi tentang kehidupan dan nilai-nilai yang sering terlupakan.
Pendekatan cerita yang sederhana namun kuat membuat film ini mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk penonton internasional yang mungkin memiliki latar budaya berbeda.
Baca Juga: Zendaya: Season 3 Jadi Penutup Euphoria, Akhir Cerita Rue yang Emosional
Respons Haru dari Penonton Turki
Sutradara Arief Malinmudo mengaku terharu dengan respons yang datang dari penonton Turki. Ia bahkan menerima komentar langsung dari seorang penonton melalui media sosial.
Komentar tersebut ditulis dalam bahasa Turki dan berisi ungkapan perasaan setelah menonton film ini di televisi. Hal itu menjadi momen yang sangat berkesan bagi sang sutradara.
Penonton memuji keindahan film dalam menggambarkan hubungan antara kakek dan cucu. Selain itu, sinematografi alam yang ditampilkan juga dianggap menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Dibintangi Audi Marissa Istri Paruh Waktu Tayang di Netflix, Drama Keluarga Penuh Plot Twist
Angkat Tema Keluarga yang Universal
Menurut Arief Malinmudo, setiap sutradara memiliki pendekatan berbeda dalam memilih tema cerita. Dia memilih untuk mengangkat kisah yang dekat dengan dunia anak-anak dan keluarga.
Tema tersebut dinilai memiliki kekuatan universal yang dapat diterima oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang budaya atau negara.
Saat ini, Arief juga tengah menyelesaikan proyek film terbarunya berjudul The Sacret White, yang kembali mengeksplorasi tema emosional dengan pendekatan visual yang kuat.
Prestasi dan Penghargaan Internasional
Film Perjalanan Pertama merupakan kolaborasi Indonesia dan Malaysia yang telah meraih berbagai penghargaan. Salah satunya penghargaan Aktor Terbaik di ASEAN International Film Festival and Awards.
Penghargaan tersebut diraih oleh aktor senior Malaysia, Dato Ahmad Tamimi, yang tampil memukau dalam film ini.