Musim kedua juga menghadapi tantangan besar karena harus mengadaptasi beberapa arc yang cukup kompleks seperti Loguetown, Reverse Mountain, Little Garden, hingga Drum Island yang penuh elemen fantastis seperti dinosaurus, raksasa, paus raksasa Laboon, hingga karakter unik seperti Chopper.
Banyak penggemar awalnya meragukan bagaimana elemen-elemen tersebut dapat diwujudkan dalam live action.
Namun hasil akhirnya justru dinilai berhasil menghadirkan keseimbangan antara visual spektakuler dan cerita yang tetap setia pada semangat petualangan One Piece.
Selain itu, pacing cerita pada musim kedua terasa lebih stabil dan percaya diri sehingga setiap arc memiliki ruang yang cukup untuk membangun konflik, karakter, dan emosi sebelum cerita bergerak ke bagian berikutnya.***