TITIKTEMU.CO - Dokter Deva Putriane belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial karena berbagai tudingan yang mengarah pada perilaku tidak pantas. Sebagai dokter sekaligus influencer, ia dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan anak di platform seperti Instagram dan TikTok. Namun, beberapa waktu terakhir, ia mendapat kritik tajam terkait sikapnya yang dinilai tidak sopan hingga dugaan penghinaan terhadap kelompok tertentu.
Sorotan terhadap Dokter Deva Putriane semakin meningkat setelah muncul tudingan bahwa ia melakukan body shaming dan memberikan komentar yang dianggap merendahkan. Situasi ini memicu reaksi keras dari warganet, yang membagikan pengalaman mereka berinteraksi dengannya di media sosial.
Latar Belakang dan Aktivitas Media Sosial
Sebagai seorang dokter umum, Deva Putriane memiliki gelar tambahan seperti CHt (Certified Hypnotherapist) dan CPHCT (Certified Pediatric Hypno-Complementary Therapist). Ia aktif membagikan konten edukasi kesehatan anak, MPASI, serta pengasuhan melalui akun Instagram @devaputriane dan TikTok @dr.devaputriane. Namun, popularitasnya sebagai figur publik kini terancam akibat kontroversi yang mencuat.
Konten yang ia sajikan awalnya mendapat banyak apresiasi dari pengikutnya. Namun, beberapa komentar dan interaksi yang dianggap tidak pantas membuat sejumlah warganet merasa kecewa. Hal ini memunculkan berbagai tudingan negatif terhadap sikapnya.
Kontroversi yang Membuat Namanya Viral
Pada awal Maret 2026, nama Dokter Deva Putriane menjadi viral di media sosial setelah beberapa pengguna platform X dan Threads membagikan tangkapan layar percakapan dengannya. Berikut adalah beberapa poin utama dari kontroversi yang mencuat:
-
Dituding sebagai Sosok Problematik
Banyak warganet menilai bahwa gaya komunikasi Deva Putriane sering kali ketus atau terkesan tidak ramah saat menjawab pertanyaan dari pengikutnya. Hal ini memicu anggapan bahwa ia merupakan sosok yang sulit diajak berinteraksi. -
Penghinaan dan Body Shaming
Beberapa unggahan menyebutkan bahwa ia kerap melontarkan komentar yang merendahkan kondisi fisik seseorang. Selain itu, ada tuduhan bahwa ia menyudutkan individu dari kalangan ekonomi rendah melalui pernyataan yang dianggap menghina. -
Perlakuan terhadap Pasien
Beberapa testimoni menyebut bahwa Deva Putriane pernah memaki pasien atau pengikutnya saat berdiskusi melalui media sosial. Sikap ini semakin memperburuk citranya di mata publik.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Dokter Deva Putriane akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada 8 Maret 2026. Dalam pernyataan resminya, ia mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung atas ucapannya.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran besar untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, terutama sebagai seorang profesional di bidang kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki citra dirinya dan mengembalikan kepercayaan publik yang sempat menurun.
Pelajaran dari Kasus Ini
Kasus Deva Putriane menjadi pengingat penting bagi figur publik untuk menjaga etika komunikasi, terutama di era digital. Sebagai profesional yang memiliki tanggung jawab sosial, setiap ucapan atau tindakan akan selalu berada di bawah sorotan publik. Oleh karena itu, menjaga tutur kata dan bersikap empati menjadi kunci utama dalam membangun hubungan baik dengan audiens.