Setelah kematian Gorr, Thor memilih mengasuh Love dan mengakhiri film sebelumnya dengan janji petualangan ayah-anak.
Baca Juga: Libur Akhir Tahun Makin Seru: Deretan Film Baru Siap Temani Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Pola yang Terlihat: Avengers dan Tema Orang Tua
Jika disandingkan dengan trailer pertama yang menyorot Steve Rogers menggendong bayi bersama Peggy Carter, arah cerita Avengers: Doomsday mulai terlihat jelas.
Marvel tampaknya mengusung tema besar tentang orang tua, warisan, dan generasi penerus.
Isyarat serupa juga muncul di Fantastic Four: First Steps, di mana Franklin—anak Reed Richards dan Sue Storm—menjadi target Doctor Doom.
Benang merahnya makin kuat: masa depan dunia ada di tangan anak-anak para pahlawan.
Nostalgia Jadi Senjata Utama Marvel
Fokus pada Thor dan Steve Rogers bukan tanpa alasan.
Marvel tampaknya kembali mengandalkan daya tarik Avengers generasi awal.
Nama-nama besar seperti Chris Evans dan Chris Hemsworth diposisikan sebagai magnet utama, dibandingkan pahlawan yang lebih baru seperti Shang-Chi.
Pendekatan ini terasa seperti undangan emosional bagi penonton lama yang tumbuh bersama Marvel sejak fase awal.
Strategi Bioskop Eksklusif yang Bikin Fans Rela Nonton Ulang
Menariknya, dua trailer awal Avengers: Doomsday sengaja dibuat eksklusif untuk layar bioskop.
Bahkan, tak sedikit penonton datang ke Avatar: Fire and Ash semata demi menyaksikan trailer ini. Baru enam hari kemudian, trailer pertama akhirnya diunggah ke YouTube.