Libur panjang juga membuat durasi tayang film ini lebih optimal, dengan penonton yang datang secara bertahap sepanjang hari.
Banyak keluarga memilih Avatar: Fire and Ash sebagai tontonan bersama, mengingat ceritanya yang sarat petualangan dan nilai emosional.
Lanjutan Epik Kisah Pandora
Avatar: Fire and Ash merupakan film ketiga dalam semesta Avatar. Film ini melanjutkan kisah Jake Sully dan Neytiri di dunia Pandora, dengan konflik lebih kompleks dan ancaman semakin besar.
James Cameron kembali menggabungkan isu lingkungan, kolonialisme, dan konflik keluarga dalam balutan visual spektakuler. Dunia Pandora juga tampil dengan lanskap baru yang lebih beragam.
Film ini diproduksi oleh Lightstorm Entertainment dan dirilis secara global oleh 20th Century Studios, dengan Sam Worthington dan Zoe Saldaña kembali memerankan karakter ikonik mereka.
Baca Juga: Review Film Avatar: Fire and Ash dengan Konflik Moral yang Lebih Kompleks
Pendapatan Global Fantastis
Tak hanya sukses di Indonesia, Avatar: Fire and Ash juga mencatat performa gemilang di pasar global. Dalam waktu sepekan, film ini berhasil meraup pendapatan sekitar US$450 juta atau setara Rp7,54 triliun.
Pendapatan tersebut berasal dari pasar domestik Amerika Serikat sebesar US$119 juta, sementara pasar internasional US$331 juta. Ini membuktikan Avatar masih menjadi waralaba kuat di industri film global.***