TITIKTEMU.CO - Industri film Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional. Film terbaru besutan Wregas Bhanuteja, Para Perasuk, akan melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026.
Menggunakan judul internasional Levitating, film ini dalam kategori World Cinema Dramatic Competition, sebuah lini kompetisi prestisius bagi film-film drama terbaik dari seluruh dunia.
Penayangan perdana Para Perasuk dijadwalkan pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Park City dan Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.
Keikutsertaan film ini menjadi pencapaian penting bagi perfilman Indonesia dan menunjukkan semakin kuatnya kehadiran sineas Tanah Air di kancah global.
Diketahui, Sundance Film Festival merupakan salah satu ajang festival film independen terbesar dan paling bergengsi di dunia. Festival ini pertama kali pada 1978 sebagai Festival Film Utah/AS di Salt Lake City.
Digagas Robert Redford, namanya berubah menjadi Sundance setelah diambil alih Sundance Institute pada tahun 1985, dan resmi mengubah namanya di tahun 1991.
Sinopsis Para Perasuk
Para Perasuk mengambil latar sebuah desa yang memiliki tradisi tidak biasa, di mana kerasukan menjadi semacam hiburan budaya.
Bagi mereka, tradisi itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan ritual yang dirayakan, layaknya pesta yang menyatukan warga.
Cerita berfokus pada Bayu (Angga Yunanda), seorang perantara roh yang bermimpi menjadi dukun. Dia mengumpulkan uang demi menyelamatkan desanya dari ancaman penggusuran.
Baca Juga: Film Horor Tak Mati-mati, dari Era Suzzanna hingga KKN di Desa Penari
Kekuatan Bayu terletak pada sebuah seruling yang bisa memanggil roh agar merasuki penari yang “membuka hati”. Di desanya, tradisi kerasukan menjadi bagian identitas, sekaligus warisan spiritual.