Badarawuhi: Rival Kuat dari Genre Horor
Sebagai pembanding, film Badarawuhi di Desa Penari besutan sutradara Kimo Stamboel pada 2024 merupakan salah satu film horor tersukses dalam beberapa tahun terakhir.
Diproduksi oleh MD Pictures, film ini bukan hanya memiliki fanbase besar, tetapi juga stabil dalam perolehan tiket selama berminggu-minggu.
Dengan total 4 juta penonton, Badarawuhi dulu dianggap sulit disaingi dalam waktu dekat. Namun tren 2025 memperlihatkan bahwa minat penonton terhadap format horor-komedi justru semakin menguat.
Keberhasilan Agak Laen 2 menggeser posisi Badarawuhi menunjukkan bahwa penonton kini lebih tertarik pada tontonan yang memadukan ketegangan dengan komedi khas Agak Laen.
Film Internasional dan Lokal Berebut Penonton
Selain dua judul besar tersebut, persaingan box office akhir tahun diisi berbagai film internasional dan lokal yang terus mencatat perkembangan menarik:
Zootopia 2 terus menambah penonton dengan kenaikan 68.073 tiket, total kini mencapai 609.645 penonton.
Riba, Five Nights at Freddy’s 2, dan Jujutsu Kaisen TCG menunjukkan pertumbuhan stabil meski tidak seagresif film lokal.
Sebaliknya, judul seperti Ozora dan Sampai Titik Terakhirmu mengalami perlambatan yang cukup signifikan.
Film baru Sisu: Road to Revenge mulai memasuki masa tayang dan diprediksi mampu meraih puluhan ribu tiket dalam pekan pertama.
Sementara Wicked For Good masih bertahan di papan tengah dengan total 506.632 penonton.
Situasi ini menunjukkan bahwa Desember tetap menjadi ladang pertempuran terbesar bagi sineas, di mana setiap genre berusaha merebut perhatian publik.***