Sementara itu, di balik layar, Disney menaruh harapan besar terhadap film ini. Karena itu, nasib Avatar 4 dan Avatar 5 akan sangat bergantung pada performa box office Fire and Ash.
Baca Juga: Tiga Hari Tayang di Bioskop, Agak Laen: Menyala Pantiku! Tembus 1 Juta Penonton
Kemungkinan Fire and Ash Menjadi Penutup
Meski pernah berambisi membuat lima film, Cameron kini lebih realistis. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa Avatar: Fire and Ash dapat menjadi babak terakhir saga Pandora di layar lebar.
Menurutnya, film ini disusun dengan akhir yang matang dan jelas, sehingga meski waralaba berhenti di film ketiga, penonton tetap mendapatkan penutup yang memuaskan.
“Jika memang harus menjadi penutup, saya percaya Fire and Ash mampu menutup saga dengan elegan,” ujar Cameron.
Menariknya, meski membuka peluang film ketiga menjadi pamungkas, Cameron tetap tidak berencana menyerahkan Avatar pada sutradara lain. Bagi dirinya, Pandora adalah karya personal.
Baca Juga: Daftar Film Horor Indonesia Desember 2025 di XXI, CGV, dan Cinepolis, Salah Satunya Janur Ireng
Fire and Ash: Klimaks yang Dinanti Para Penggemar
Kisah Avatar: Fire and Ash disebut-sebut paling emosional dalam waralaba ini. Cerita akan berfokus pada konflik besar yang melibatkan keluarga Sully, perang antar-Na’vi, serta perjalanan batin Jake dan Neytiri menghadapi ancaman terbesar yang pernah menghantam Pandora.
Dengan teknologi visual terbaru yang terus dikembangkan Cameron, film ini digadang-gadang akan menghadirkan pengalaman sinematik spektakuler yang melampaui dua pendahulunya.
Para penggemar juga menantikan bagaimana Fire and Ash membungkus perjalanan panjang karakter yang sudah mereka ikuti selama lebih dari 16 tahun.
Baca Juga: 5 Upgrade Gila di Taxi Driver 3: Mobil Baru, Musuh Global, Aksi Balas Dendam Makin Brutal
Penentu Masa Depan Pandora
Performa box office Fire and Ash akan menjadi penentu apakah franchise ini berlanjut atau berhenti di film ketiga. Jika sukses besar, maka produksi film keempat dan kelima akan dilanjutkan.