Salah satu keunikan Abadi Nan Jaya adalah koreografi zombie yang dibuat spesifik. Bobi Ari Setiawan, pengarah koreografi zombie, menyebut timnya melakukan riset selama enam bulan untuk koreografi yang realistis.
“Kami punya lebih dari 200 pemeran zombie, dan setiap zombie punya karakter gerak sendiri tergantung bagian tubuh mana yang terinfeksi,” jelas Bobi.
Sementara itu, Astrid Sambudiono selaku penata rias efek khusus menjelaskan bahwa timnya membagi zombie menjadi tiga kelas: A, B, dan C.
Zombie kelas A dirias dengan detail tinggi untuk pengambilan gambar jarak dekat, sementara kelas B dan C digunakan untuk adegan massal dan jarak jauh.
“Riasan ini penting agar setiap adegan terlihat hidup dan realistis tanpa kehilangan efisiensi produksi,” tambahnya.
Baca Juga: Film Horor Black Phone 2 Tayang di Bioskop, Ini Link Beli Tiketnya
Sinopsis Abadi nan Jaya
Abadi Nan Jaya menceritakan kisah keluarga pembuat jamu di desa Wanirejo, Yogyakarta. Sang kepala keluarga (Donny Damara), berambisi menciptakan jamu legendaris yang bisa memberikan keabadian.
Namun, eksperimen tersebut justru membawa bencana. Ramuan ciptaanya menyebabkan wabah mematikan, di mana mengubah manusia menjadi zombie.
Kedua anaknya, Kenes (Mikha Tambayong) dan Karina (Eva Celia), harus berjuang menyelamatkan diri sambil mengungkap rahasia kelam di balik bisnis jamu keluarga mereka.
Ternyata, jamu Abadi Nan Jaya berhubungan dengan perjanjian kuno yang melibatkan arwah leluhur dan kekuatan gaib.
Baca Juga: Daftar Nominasi AMI Awards 2025, dari Mahalini hingga Bernadya
Daftar Pemain Abadi Nan Jaya
Film ini juga diperkuat deretan aktor papan atas seperti Dimas Anggara, Marthino Lio, dan tentu saja Donny Damara yang tampil luar biasa sebagai sang ayah misterius.
Menurut Kimo Stamboel, di balik kengerian zombie dan adegan berdarah, film ini juga mengandung pesan tentang keserakahan manusia dan konsekuensi dari mencampuri hal-hal yang seharusnya tetap suci.