Namun, bayang-bayang narkoba selalu menyeretnya kembali ke titik nol.
Berkali-kali ia mencoba bangkit, namun setiap langkahnya seolah tertahan oleh kasus baru.
Proyek sinetron terpaksa ditinggalkan, reputasi hancur, dan kini—masa depannya kembali tak pasti.
Refleksi: Antara Harapan dan Penyesalan
Publik mungkin sudah lelah mendengar kabar serupa dari Ammar Zoni.
Namun, di balik semua itu, kisah ini bisa jadi pengingat bahwa ketenaran tak selalu membawa kebahagiaan.
Ammar adalah cermin dari bagaimana keputusan keliru bisa mengubah jalan hidup seseorang secara drastis.
Dari aktor yang dielu-elukan, kini ia menjadi contoh pahit dari karier yang tak mampu bertahan menghadapi godaan.
Dari 2017 hingga 2025, perjalanan Ammar Zoni bukan hanya tentang pelanggaran hukum, tapi juga tentang manusia yang terus berjuang melawan dirinya sendiri.
Mungkin, di balik jeruji yang kini menahannya, tersisa secercah harapan bahwa penyesalan kali ini benar-benar menjadi awal baru.***