Film ini semakin menarik karena menghadirkan jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia.
Luna Maya sebagai Arini, sosok ibu yang menjadi pusat cerita.
Christine Hakim sebagai Ibu Sri, karakter misterius dengan rahasia kelam.
Fedi Nuril dan Oka Antara, yang ikut memperkuat drama keluarga.
Anna Jobling dan Kimberly Ryder, menambah warna dalam alur cerita.
Asri Welas, yang turut memberikan karakter unik di tengah suasana mencekam.
Selain itu, film ini juga menampilkan talenta muda seperti Krishna Keitaro, Dazelin Rey, Kiano Tiger Wong, dan Kenzo Eldrago Wong. Kehadiran mereka memberi nuansa segar sekaligus memperkuat dinamika antar karakter.
Baca Juga: Serial The White Lotus Berlanjut ke Musim Keempat, Syuting di Prancis
Produksi yang Serius dan Detail
Sebagai produser sekaligus sutradara, Baim Wong menegaskan bahwa Sukma diproduksi dengan serius. Setiap detail, mulai dari tata cahaya, efek visual, hingga tata suara, digarap untuk menciptakan suasana mencekam.
Elemen cermin kuno yang menjadi inti cerita juga dipilih sebagai simbol horor yang kuat. Objek ini bukan hanya sekadar properti, tetapi menjadi elemen penting yang mengikat konflik dan misteri dalam film.
Film Sukma juga didukung dan diperkuat jajaran tim produksi yang telah memenangkan berbagai penghargaan film. Penyunting gambar Dinda Amanda telah meraih dua Piala Citra FFI Penyunting Gambar Terbaik.
Baca Juga: Siccin 8: Film Horor Turki yang Siap Tayang di Indonesia Mulai 11 September
Ada juga penata artistik Allan Sebastian dengan tiga Piala Citra FFI Penata Artistik Terbaik, sound mixer Yusuf Patawari 1 Piala Citra FFI untuk Penata Suara Terbaik, dan dua 2 Piala Citra FFI untuk Penyunting Gambar Terbaik.
Selain itu, penata musik Ricky Lionardi dengan 1 Piala Citra FFI untuk Penata Musik Terbaik, penata busana Hagai Pakan (2 Piala Citra FFI untuk Penata Busana Terbaik), hingga studio VFX/CGI Lumine Studio (Pemenang Piala Citra FFI 2023 dan2024 untuk Penata Efek Visual Terbaik.***