TITIKTEMU.CO - Kontroversi seputar film animasi Merah Putih: One for All masih berlanjut. Kali ini, seorang content developer animasi asal luar negeri, Junaid Miran, akan menggugat sineas di balik film tersebut.
Dia menuduh penggunaan aset karakter miliknya tanpa izin, sehingga melanggar dan merugikan hak cipta. Dia mengungkapkan alsan gugatan lewat unggahan video di kanal YouTube pribadinya, @JunaidMiran.
Dalam unggahannya, Junaid mengungkapkan keputusan ini lahir setelah menerima ribuan pesan dari netizen yang mendesak agar dirinya tidak tinggal diam.
“Setiap hari saya menerima ratusan pesan. Isinya meminta saya untuk melawan dan membawa kasus ini ke pengadilan. Awalnya saya ragu, tapi saya yakin bahwa saya harus berjuang,” ujar Junaid dalam videonya.
Baca Juga: 13 Film Indonesia Tayang di Bioskop September 2025, Horor Masih Mendominasi
Dorongan Netizen Jadi Pemicu Gugatan
Junaid menuturkan awalnya dia mengabaikan masalah dan tidak ingin tanpa ribut. Namun, banyaknya dukungan dari para penggemarnya membuatnya berpikir lain.
“Aku tahu banyak yang kecewa dengan apa yang terjadi padaku. Suara kalian sudah kudengar. Jika kalian ingin aku berjuang, maka aku akan lakukan. Ini bukan hanya soal diriku, tapi juga soal keadilan,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa gugatan hukum ini bukan perkara mudah. Apalagi, proses hukum dilakukan di luar negeri yang tentu membutuhkan biaya sangat besar mulai dari pengacara, administrasi, hingga perjalanan.
Baca Juga: Film Konser BTS Movie Weeks Tayang di Bioskop 24 September, Cek Harga Tiket dan Cara Beli
Galang Dana dengan Menjual Karya Seni
Sebagai seniman independen tanpa dukungan studio besar maupun sponsor, Junaid Miran akhirnya mencari cara kreatif untuk menggalang dana.
Dia memutuskan untuk menjual karya seni digital karya-karya agar bisa membiayai proses hukum yang akan dilakukan.
“Aku merilis 10 karya seni orisinal dalam resolusi tinggi 6K. Awalnya aku hargai 50 dolar, tapi aku sadar itu terlalu mahal untuk sebagian besar pendukungku, terutama dari Indonesia. Karena itu, aku turunkan harganya jadi hanya 5 dolar atau sekitar Rp75 ribu,” jelasnya.