2. Vivo (2021)
Film animasi musikal dari Sony Pictures Animation ini tayang di Netflix dengan nuansa musik Latin. Karakter utamanya seekor kinkajou bernama Vivo.
Vivo tinggal di Havana bersama Andrés, seorang musisi tua. Hidup mereka berubah ketika Andrés menerima undangan dari Marta Sandoval, cinta lamanya yang kini menjadi penyanyi terkenal.
Sayangnya, Andrés meninggal sebelum sempat bertemu Marta. Vivo kemudian bertekad untuk menyampaikan lagu cinta terakhir yang ditulis Andrés untuk Marta, ditemani Gabi, keponakan Andrés.
Petualangan mereka menuju Miami dipenuhi rintangan, baik dari alam liar maupun hambatan sosial. Meski dikemas dengan visual ceria, Vivo mengusung tema kehilangan, migrasi, dan identitas budaya Kuba.
3. Belle (2021)
Film garapan Mamoru Hosoda ini membawa kisah klasik Beauty and the Beast ke dunia digital modern. Belle mengikuti kisah Suzu, remaja 17 tahun dari pedesaan Jepang yang kehilangan ibunya sejak kecil.
Dalam keseharian, Suzu hidup berada dalam kesunyian. Namun, di dunia virtual bernama U, dia menjelma menjadi Belle, penyanyi terkenal dengan jutaan penggemar.
Di dunia maya itu, Belle bertemu dengan sosok misterius yang dijuluki Naga. Pertemuan mereka membuka perjalanan emosional tentang keberanian, kehilangan, dan arti kasih sayang.
Film ini hasil kolaborasi internasional, termasuk Jin Kim (desainer karakter Disney) dan Cartoon Saloon (studio animasi Irlandia). Belle tak hanya populer di Jepang, tapi juga di berbagai festival internasional.
Baca Juga: Film Rangga & Cinta Tayang Perdana di Festival Film Internasional Busan 2025
4. Spellbound (2024)
Film animasi produksi Skydance Animation ini tayang di Netflix November 2024. Disutradarai Vicky Jenson, sosok di balik kesuksesan Shrek dan Shark Tale, Spellbound menghadirkan kisah fantasi yang emosional.
Cerita berpusat pada Putri Ellian, gadis 15 tahun yang harus menyelamatkan kerajaan Lumbria setelah kedua orang tuanya, raja dan ratu, berubah menjadi monster karena kutukan sihir.