entertainment

Dibintangi Dian Sastrowardoto, Film Esok Tanpa Ibu Lolos Seleksi Busan International Film Festival 2025, Kisahnya Bikin Nyesek!

Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:25 WIB
Dibintangi Dian Sastrowardoto, Film Esok Tanpa Ibu Lolos Seleksi Busan International Film Festival 2025, Kisahnya Bikin Nyesek! (Base Entertainment)

Skenario Esok Tanpa Ibu ditulis Gina S Noer bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief. Gina selama ini dikenal lewat karya-karyanya yang kerap mengangkat isu keluarga dan remaja.

Sementara Dian Sastrowardoyo selain menjadi pemeran uatama juga merangkap produser melalui Beacon Film. Menurutnya, Esok Tanpa Ibu akan menjadi saksi kehadiran talenta-talenta muda berbakat Indonesia.

Selain Dian dan Shanty, film ini juga diproduseri Tanya Yuson, Aoura Lovenson, dan Winnie Lau. Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan betapa seriusnya tim produksi dalam menghadirkan film berkualitas.

Baca Juga: 8 Film Horor Tayang September 2025, Siapkan Nyali!

Sinopsis Film Esok Tanpa Ibu

Film ini mengisahkan Rama (Ali Fikry), remaja keras kepala yang merasa tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami dirinya. Satu-satunya sosok yang selalu ada dan mengerti perasaannya hanyalah sang ibu.

Hidup Rama berubah drastis setelah ibunya meninggal dalam sebuah tragedi. Rama jatuh dalam kesepian dan kebingungan, sampai akhirnya diperkenalkan pada sebuah program kecerdasan buatan bernama I-BU.

Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan kembali sosok penyayang layaknya ibu bagi mereka yang kehilangan. I-BU sempat memberi harapan baru, tapi perjalanan hidup Rama tetap tidak mudah.

Dia harus menghadapi hubungan yang rumit dengan ayahnya yang keras, sambil belajar memahami arti kehilangan, menghadapi rasa duka, dan perlahan melepaskan masa lalunya.

Baca Juga: My Daughter is a Zombie Tembus 5 Juta Penonton, Jadi Film Terlaris Korea 2025

Film Indonesia di BIFF 2025

Selain Esok Tanpa Ibu, beberapa film Indonesia lain juga akan tampil di BIFF 2025. Film debut Reza Rahadian sebagai sutradara, yaitu Pangku, ikut berkompetisi di program Vision.

Sementara itu, film terbaru Riri Riza Rangga & Cinta masuk dalam program A Window on Asian Cinema, yang menampilkan berbagai karya sineas Asia dengan gaya unik dan semangat kontemporer.

Kehadiran beberapa film Indonesia sekaligus di BIFF tahun ini menandakan bahwa perfilman tanah air semakin mendapat pengakuan di kancah internasional.***

Halaman:

Tags

Terkini