Baca Juga: Sambil Nunggu The Conjuring 4: Last Rites Tayang, CGV Putar Ulang Trilogi Sebelumnya, Ini Jadwalnya
Lima Babak, Lintas Generasi
Film musical Siapa Dia ini terbagi ke dalam lima bagian penting, yaitu:
Prolog: Layar menemukan koper berisi surat cinta yang menjadi awal kisah.
Babak Kolonial: Buyut Layar jatuh cinta di tengah pementasan Lutung Kasarung. Lagu utama pada babak ini adalah Nurlela.
Babak Pendudukan Jepang: Kakek Layar bertemu Mui, seorang pejuang perempuan Tionghoa. Lagu utamanya Kopral Jono.
Babak Orde Baru: Ayah Layar menjalin cinta dengan Sari, seorang anak jalanan yang berani melawan kekuasaan. Babak ini menghadirkan lagu Anak Jalanan.
Epilog: Layar akhirnya menyelesaikan film musikal yang selama ini ia impikan, sekaligus menemukan arti cinta pada masanya sendiri.
Menariknya, setiap babak tidak hanya menampilkan melodrama, tetapi juga diwarnai musik dan tarian dari zamannya. Lebih dari sekadar kisah cinta lintas generasi, Siapa Dia adalah potret perjalanan sejarah perfilman dan budaya populer Indonesia.
Baca Juga: Film Animasi Panji Tengkorak 2025: JadwalTayang, Sinopsis, dan Indahnya Soundtrack Bunga Terakhir
Film ini menyinggung berbagai fase penting, mulai dari tontonan gambar hidup era kolonial, propaganda Jepang, film era Orde Baru yang penuh sensor, hingga masuknya teknologi digital.
“Memerankan empat tokoh lintas zaman bukan hanya tantangan akting, tapi juga cara saya belajar kembali sejarah sinema dan budaya pop Indonesia,” ujar Nicholas Saputra.
Film ini juga kental dengan atmosfir nostalgia budaya populer dalam berbagai detail visual, seperti poster film bergaya lukis, komedi stamboel, hingga kenangan persewaan komik dan majalah lama.
Film musikal epik telah menggelar gala premiere pada 21 Agustus 2025 sebelum resmi tayang serentak di bioskop, dan mendapat sambutan luar biasa dari penonton.***