entertainment

Film Musikal Siapa Dia Tayang di Bioskop 28 Agustus, Disutradarai Garin Nugroho, Dibintangi Nicholas Saputra, Bakal Menarikkah?

Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:47 WIB
Film Musikal Siapa Dia Tayang di Bioskop 28 Agustus, Disutradarai Garin Nugroho, Dibintangi Nicholas Saputra, Bakal Menarikkah? (Fabis Entertainment)

TITIKTEMU.CO – Setelah ditunggu selama tiga tahun, film musikal Siapa Dia garapan sutradara Garin Nugroho bakal tayang serentak di bioskop-bisokop Indonesia 28 Agustus ini.

Bertabur bintang papan atas, Siapa Dia menjadi perayaan atas  film-film Indonesia, menjelajahi perjalanan sinema dan budaya pop sejak 1926 hingga 2022.  

Film musical ini dibintangi deretan bintang, mulai dari Nicholas Saputra, Amanda Rawles, Widi Mulia, Ariel Tatum, Monita Tahalea, Happy Salma, Joanna Alexandra, Dira Sugandi, Cindy Nirmala, dan Gisella Anastasia. 

Baca Juga: Siap-siap Spin Off Baru! One Piece: Heroines, Kisah Para perempuan Ikonik

Hadiah Kemerdekaan

Menariknya, Nicholas Saputra mendapat tantangan akting terbesar sepanjang kariernya karena dia memerankan empat karakter berbeda dalam film musikal Garin Nugroho ini.

Garin sendiri akan berkolaborasi dengan Faizal Lubis sebagai penata musik sekaligus produser eksekutif, dan Eko Supriyanto yang mengerjakan koreografinya.

“Siapa Dia adalah hadiah untuk kemerdekaan Indonesia. Saya ingin menghadirkan sejarah bukan hanya lewat politik, tetapi juga melalui cinta, musik, dan tarian,” kata Garin Nugroho dilansir dari Antara.

Baca Juga: Film Horor Darah Nyai  Tayang Hari Ini, Memadukan Legenda Mistis dan Visual Era 90-an

Sinopsis Siapa Dia

Cerita film ini berawal dari sebuah koper. Mengikuti kisah Layar (Nicholas Saputra), seorang sutradara muda yang sedang mencari ide untuk proyek film musikalnya.

Dalam pencariannya, dia pulang ke rumah buyut di sebuah kota kecil, dan menemukan sebuah koper tua berisi surat-surat cinta dan catatan kehidupan leluhurnya: buyut, kakek, dan ayah.

Bersama Denok (Widi Mulia) dan Rintik (Amanda Rawles), Layar mencoba menghidupkan kisah cinta tersebut melalui film. Namun proses kreatif ini justru menuntunnya masuk ke dunia magis.

Mereka seakan menelusuri langsung perjalanan cinta leluhurnya yang berlangsung dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga represi politik di masa Orde Baru.

Halaman:

Tags

Terkini