TITIKTEMU.CO – Film kolaborasi Indonesia dan Malaysia, The Fox King, lolos Festival Film Internasional Toronto (TIFF) ke-50. Dibintangi Dian Sastrowardoyo, film ini akan tayang pedana di festival film bergengsi itu.
TIFF berlangsung 4-14 September 2025 di Toronto, Kanada. Dikenal sebagai festival film paling bergengsi di dunia, setiap tahun TIFF melahirkan banyak film yang kemudian meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Tak hanya menampilkan film drama, TIFF juga menayangkan berbagai genre lain, termasuk film dokumenter, film pendek, hingga film eksperimental melalui kurasi sangat ketat.
Proyek Kolaborasi Indonesia–Malaysia
Penayangan The Fox King di TIFF menjadikannya sebagai salah satu film Asia Tenggara yang berhasil menembus kurasi internasional. Status world premiere menandakan film ini akan pertama kali ditonton publik global.
The Fox King merupakan hasil kerja sama antara industri film Malaysia dan Indonesia. Film berdurasi 94 menit ini disutradarai Woo Ming Jin, sutradara ternama asal Malaysia.
Proyek ini juga melibatkan nama-nama besar di industri film Asia Tenggara seperti Yulia Evina Bhara, Jing Xuan Chua, Ming Jin Woo, dan Edmund Yeo sebagai produser dan co-produser.
Produksi film ini dikerjakan bersama Sunstrong Entertainment, Greenlight Pictures, dan Da Huang Pictures dari Malaysia, serta KawanKawan Media dari Indonesia.
The Fox King merupakan proyek kerja sama kedua antara Greenlight Pictures dan KawanKawan Media. Sebelumnya, mereka sukses menggarap film Stone Turtle yang juga mendapat sambutan positif di dunia internasional.
Baca Juga: One Piece Live Action Musim Kedua Rilis Foto Perdana, Ada Karakter Baru yang Bikin Penasaran
Kisah Saudara Kembar
Meski belum banyak informasi yang dibagikan ke publik, The Fox King disebut akan menyuguhkan cerita yang menyentuh tentang hubungan antara dua saudara kembar.
Keduanya memiliki ikatan batin yang sangat kuat, bahkan bisa berkomunikasi secara telepati. Namun, kehidupan mereka mulai berubah setelah sang ayah menikah lagi dan meninggalkan mereka.