Format Baru, Jiwa Sastra Tetap Dijaga
Di bawah arahan Riri Riza (sutradara), serta dukungan Mira Lesmana (produser) dan Nicholas Saputra (co-produser), film ini mengambil langkah berani dengan pendekatan musikal, tanpa meninggalkan akar sastranya.
Nicholas, yang selama 20 tahun dikenal sebagai Rangga, kini turun gunung sebagai produser.
> “Tokoh-tokoh lama bisa punya napas baru. Format film ini lebih musikal, tapi esensinya tetap kuat,” ujar Nicholas.
Baca Juga: Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Garin Nugroho Garap Film Musikal Siapa Dia
Regenerasi Perfilman Lewat Cinta dan Puisi
Film Rangga & Cinta bukan hanya proyek nostalgia, tapi juga misi regenerasi.
Mira dan Riri secara sadar membuka peluang bagi talenta muda untuk bersinar dan membangun identitas baru bagi perfilman Indonesia.
> “Kalau Hollywood bisa bikin remake dari film mereka sendiri, kenapa kita tidak bikin sesuatu yang baru dari film kita sendiri?” ungkap Mira Lesmana.
Jadi, Rangga & Cinta Itu Remake atau Bukan?
Bukan. Rangga & Cinta adalah universe baru dari kisah lama.
Versi ini bukan kelanjutan AADC 1 atau 2, tapi semacam reinterpretasi sinematik dengan sudut pandang baru, pemain baru, dan energi baru—semuanya dikemas dengan visual modern dan nada musikal.***