Faiz Vishal
Jaisal Tanjung
Ho Yuhang
Selain itu, film ini juga memperkenalkan wajah baru, Magistus Miftah, seorang penari sekaligus pembaca tarot yang terpilih melalui audisi terbuka yang diikuti lebih dari 700 peserta.
“Dari ratusan yang ikut audisi, kami hanya memilih satu. Dan Magistus terpilih karena ia memang punya sesuatu yang istimewa, sesuai dengan namanya, ada unsur magis,” ungkap Tia.
Reuni dan Kolaborasi
Film ini juga menjadi ajang reuni bagi Joko Anwar dengan beberapa aktor yang pernah bekerja sama dalam proyek sebelumnya. Abimana kembali ke layar lebar lewat film ini setelah sebelumnya bermain dalam Gundala.
Endy Arfian, Morgan Oey, Kiki Narendra, dan Dewa Dayana merupakan bintang dari Pengepungan di Bukit Duri. Sementara Aming, Tora Sudiro, dan Lukman Sardi sebelumnya tampil dalam Quickie Express.
Menariknya, sinematografer Jaisal Tanjung dan sutradara Malaysia, Ho Yuhang, yang biasanya berada di balik layar, kini ikut berakting dalam film ini, sehingga menjadi nilai tambah.
Baca Juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Tak Hanya Romantis, Ini 4 Fakta Menariknya
Teror Hantu di Penjara
Ghost in the Cell mengangkat kisah sekelompok tahanan yang menghadapi teror makhluk halus dalam penjara. Situasi ini diperparah dengan kenyataan bahwa para tahanan tidak punya tempat untuk melarikan diri.
Mereka harus bertahan dalam kondisi yang serba sulit, sambil menghadapi kejadian-kejadian yang menyeramkan. Konsep cerita ini memberikan ruang bagi penggabungan elemen horor dan komedi.
Ketegangan dari teror hantu akan disandingkan dengan reaksi-reaksi absurd sekaligus kocak dari para narapidana yang harus bertahan dalam situasi yang tidak biasa.