TITIKTEMU.CO - Sebuah film bergenre horor komedi karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, bakal menjanjikan sensasi horor yang berbeda. Ini merupakan film ketiga rumah produksi Come and See Pictures.
Sebelumnya, rumah produksi tersebut sukses lewat dua film, yaitu Pengepungan di Bukit Duri dan Legenda Kelam Malin Kundang. Dilansir dari Antara, Joko Anwar menyebut Ghost in the Cell lahir dari ide unik.
“Ide awalnya muncul saat saya dan Tia Hasibuan (produser) mengerjakan beberapa film horor. Salah satunya Pengabdi Setan yang berlatar di apartemen.
Kami membayangkan suasana horor seperti penjara. Sebagai warga negara, melarikan diri pun tidak semudah itu. Dari sinilah ide ceritanya tumbuh,” kata Joko Anwar.
Baca Juga: Sore: Istri dari Masa Depan Tembus 2 Juta Penonton, Masuk Daftar Film Terlaris Sepanjang Masa
Memadukan Horor dan Komedi
Mengusung dua genre yang sangat berbeda, horor dan komedi, membuat proses produksi Ghost in the Cell menjadi tantangan tersendiri. Joko Anwarmenyebut gabungan dua elemen ini butuh presisi tinggi.
“Pekerjaannya jadi dua kali lebih berat. Karena sisi komedinya harus tepat sasaran, tapi tetap tidak kehilangan nuansa horor dan isu nyata yang relevan,” jelas Joko.
Senada dengan Joko, sang produser Tia Hasibuan menambahkan bahwa Ghost in the Cell merupakan proyek tersulit Come and See Pictures sejauh ini.
“Genre horor-komedi itu sangat menantang. Kami harus menciptakan atmosfer yang mencekam dan suram, sekaligus menjaga ritme humor agar tetap mengalir,” ujar Tia.
Daftar Pemeran Penuh Bintang
Ghost in the Cell menghadirkan deretan aktor papan atas dari Indonesia dan Asia Tenggara. Beberapa nama besar yang terlibat antara lain:
Abimana Aryasatya